oleh

Karyawan Freeport Kembali Palang Jalan

Manajemen Masih Pelajari Aspirasi Karyawan

TIMIKA – Para karyawan yang pada pekan lalu melakukan aksi demonstrasi dan pemalangan jalan di di pertigaan Ridge Camp, Mile Point (MP) 72, Distrik Tembagapura, Senin (24/8) pagi kemarin kembali melakukan aksi serupa di tempat yang sama.

Aksi pemalangan jalan dilakukan ratusan karyawan ini, mengakibatkan jalan tambang tidak dapat dilalui. Alhasil, karyawan lainnya yang hendak masuk kerja pagi, baik yang akan menuju mile 74 maupun Kota Tembagapura (Mile 68) terpaksa mengurungkan niatnya dan hanya menetap di barak masing-masing.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Timika, aksi ini mereka lakukan guna menuntut dibukanya kembali akses bus Shift Day Off (SDO) dari Tembagapura ke Timika belum terjawab. Aksi blokade ini sendiri dilakukan sejak Senin (24/8) sekitar Pukul 03.15 WIT dini hari.

Aksi yang dilakukan ratusan orang itu mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian.

Dalam aksinya, para demonstran memasang spanduk bertuliskan “BUKA SDO UNTUK KAMI TEMBAGAPURA TIMIKA”, dan “PRODUKSI YES, SDO YES”.

Kemudian pada Pukul 04.12 WIT para pendemo memarkirkan satu unit alat berat Loader dengan nomor lambung 050311 melintang  menutupi ruas jalan, sehingga semua akses jalan utama Ridge Camp menuju MP 74 lumpuh total.

Selain itu juga, dua unit alat berat loader UG dan Dump Truk ADT Nomor AT 9142 dipindahkan untuk dijadikan tenda oleh para pendemo.

Kapolsek Tembagapura, Ipda Eduard Edison dihadapan pendemo menyampaikan agar mereka bisa mempercayakan perwakilan yang telah mereka tunjuk untuk melakukan koordinasi terkait tuntutan mereka.

Hingga petang kemarin, ratusan demonstran itu masih berada di lokasi pemalangan untuk menunggu kepastian dari pihak manajament PTFI terkait tuntutan mereka.

Aparat kepolisian baik Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata dan Kapolsek Tembagapura Ipda Eduard Edison, hingga malam kemarin belum memberikan respon saat dihubungi Radar Timika melalui sambungan telepon maupun pesan Whatsapp.

Sementara itu, mengenai aksi yang dilakukan para pekerja, VP Corporate Communications PT Freeport Indonesia, Riza Pratama mengatakan pihak manajemen masih mempelajari aspirasi karyawan.

“Kami masih mempelajari aspirasi karyawan dan akan memberikan jawaban segera dgn mempertimbangkan protokol kesehatan dan keselamatan bagi karyawan, keluarga dan komunitas,” ujar Riza. (tns/sms)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *