oleh

Kelurahan Kamoro Jaya Dicanangkan Jadi Kampung Tangguh Papeda

Kedepankan Pilar Pangan, Kesehatan dan Keamanan

TIMIKA – Kelurahan Kamoro Jaya atau SP I, menjadi salah satu yang masuk dalam daftar Kampung Tangguh Papeda (KTP). Di mana tiga pilar dalam pencanangan KTP tersebut antara lain dalam bidang pangan, kesehatan dan keamanan.

Wakapolres Mimika Kompol I Nyoman Punia dalam sambutannya, Selasa (25/8) dalam pencanangan yang dilakukan di halaman Puskesmas Wania mengatakan, tujuan pencanangan KTP adalah agar semua pihak tetap tangguh dalam menghadapi pandemi. Sebab ia menilai, sampai saat ini Covid-19 tidak turun jumlah kasusnya bahkan cenderung naik.

“Pemerintah kemudian mencanangkan program ini biar kampung betul-betul jadi kuat. Dalam bidang pangan misalnya bisa memanfaatkan lahan tidur, termasuk dalam perikanan. Ini juga agar kita tidak bergantung terus kepada pemerintah,” ungkapnya.

Kepala Distrik Wania, Richard Nelson Wakum sebelumnya menjelaskan, persiapan pencanangan KTP di Kelurahan Kamoro Jaya sudah lama disiapkan hingga diresmikannya. Ia mengharapkan, agar kampung tanggung Papeda tersebut nantinya dapat berjalan dengan baik.

“Kelurahan Kamoro Jaya dipilih karena dalam bidang pertanian cukup maju, termasuk dalam hal perikanan dan peternakan. Kedepannya nanti kami akan coba mengembangkan hal lainnya yang belum terlaksana. Dalam bidang kesehatan kami harapkan agar zona kuning ini dapat kembali hijau,” ujarnya.

Danramil 1710-02 Timika, Kapten Inf Heru menyampaikan, bahwa ketangguhan yang dimaksud dalam pencanangan KTP tersebut adalah penyelesaian masalah dengan cepat dan tidak berdampak negatif.

“SP I sendiri dipilih, karena menjadi daerah transmigrasi pertama di Timika. Sehingga dinilai pertaniannya cukup bagus termasuk keamanannya,” jelasnya.

Ia mengungkapkan pula, rencananya Kelurahan Kamoro Jaya yang jadi daerah KTP tersebut, akan ikut serta dalam lomba tingkat provinsi Papua. Dimana Kelurahan Kamoro Jaya, akan mewakili Kabupaten Mimika dalam perlombaan tersebut.

“Kalau bisa menjadi nomor satu dan minimalnya dapat nomor tiga. Harapannya, agar kampung ini tetap terjaga seperti tujuan awalnya,” tutup Kapten Heru. (dcx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *