oleh

Portsite Jadi Klaster Baru Covid-19 di Mimika

Lima bulan sejak ditemukannya kasus pertama, wabah Covid-19 di Mimika belum juga surut. Bahkan setelah memasuki new normal dan penerbangan mulai dibuka semakin menambah kasus yang menjadi sumber penularan lokal.

Salah satunya di Portsite, Pelabuhan Amamapare yang kini menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Hanya dalam empat hari sejak Jumat (28/8) lalu hingga Senin (31/8) sudah ditemukan 33 kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19. Itu berdasarkan data yang dirilis Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Mimika.

Reynold Ubra

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra yang ditemui di Kantor Pusat Pemerintahan, Selasa (1/9) kemarin menjelaskan, kasus baru yang ditemukan dalam satu minggu terakhir sebagian besar kasus impor. Karena sudah masuk kategori penularan lokal maka Portsite kini menjadi klaster baru.

Termasuk kasus di Portsite bermula dari kasus impor yang kemudian menjadi transmisi lokal. Dimana ada salah seorang karyawan yang cuti kemudian dinyatakan positif dan akhirnya menularkan kepada pekerja yang lain. “Kalau kita lihat penularan ini terjadi sepertinya satu shift dan satu barak,” ujar Reynold.

Sama halnya kasus di Kota Timika dikatakan Reynold, juga merupakan kasus impor yang menghasilkan transmisi lokal. Salah satunya warga Jayapura yang datang ke Timika kemudian positif dan menjadi transmisi lokal.

Tracing masih terus dilakukan. Kemarin, ada sekitar 180 orang yang mengalami kontak erat dengan pasien Covid-19 menjalani pemeriksaan swab. Untuk kasus di area PTFI termasuk portsite dilakukan oleh tim kesehatan mulai dari tim industrial PHMC, Klinik Kuala Kencana dan RS Tembagapura.

Terkait temuan kasus di Portsite menurut Reynold tidak ada penutupan aktivitas apalagi sampai memembahayakan masyarakat sekitar. Pasalnya area itu sejak dulu merupakan area terbatas yang tidak boleh diakses masyarakat.

Reynold juga mengungkapkan ada salah satu BUMN di Timika yang menjadi klaster penularan Covid-19. Namun ia tidak menyebutkan secara spesifik. Meskipun ditetapkan sebagai salah satu klaster tapi tidak ada penutupan.

“Kita sudah new normal. Jadi masing-masing orang bertanggungjawab supaya tidak terinfeksi. Apa yang harus ditakuti. Kasus aktif bertambah tapi angka reproduksinya tidak sampai 2. Masih terkendali dan ini stabil dalam dua bulan terakhir,” terang Reynold. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *