oleh

Sensus Penduduk 2020 Dimulai

SEBANYAK 430 petugas sensus diturunkan Badan Pusat Statistik (BPS) Mimika untuk melakukan Sensus Penduduk 2020 secara serentak di seluruh Indonesia. Petugas sensus yang diturunkan ini sudah melakukan rapid test.

Dalam pelepasan yang dilakukan, Selasa (1/9) pagi di halaman Kantor BPS oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Slamet Sutejo bersama Kepala BPS Mimika, Trisno Tamanampo tidak diikuti oleh semua petugas sensus karena menerapkan protokol kesehatan.

Sensus yang dilakukan satu kali setiap 10 tahun ini akan berlangsung selama September, sehingga para petugas yang diturunkan pun adalah orang-orang yang memiliki fisik yang kuat dan mampu bekerjasama dalam tim, serta teliti agar data yang dihasilkan benar-benar akurat.

Petugas yang akan disebar di semua distrik, kelurahan/kampung dan RT ini menggunakan metode kombinasi, yakni menggunakan data Disdukcapil sebagai basis data yang sudah terekam sejak Juni 2019 ditambah hasil sensus online yang sudah berlangsung pada Februari yang lalu.

“Sebelum turun petugas melapor di kelurahan atau kampung dan melakukan verifikasi daftar penduduk bersama ketua RT dan selanjutnya verifikasi lapangan dan pendataan dari rumah ke rumah. Kami harap semua masyarakat bisa mendukung,” kata Trisno.

Sensus Penduduk tahun ini sangat berbeda dengan sensus tahun 2010, sehingga penduduk diminta memberikan data yang sebenar-benarnya, karena data ini pun akan digunakan nantinya sebagai acuan pemerintah untuk pembangunan di masing-masing daerah.

“Kita akan merujuk menuju satu data seperti yang diharapkan Presiden. Indonesia harus satu data. Kerjasama itu yang sangat dibutuhkan. Data yang diberikan ini kemudian akan diinput makanya teman-teman di lapangan harus benar-benar teliti,” ungkapnya.

Kepala Disdukcapil, Slamet Sutejo juga berharap masyarakat bisa menerima baik para petugas sensus ini, memberikan data dengan sebenar-benarnya. Ia meminta para petugas tetap mengedepankan protokol kesehatan, menggunakan masker dan face shield, hand sanitizer dan cuci tangan sebelum masuk ke rumah.

“Jaga kesehatan supaya misi satu data ini bisa berjalan baik. Ini untuk bangsa, bekerja dengan semangaat dan tetap kerjasama dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Wiwin salah satu petugas sensus yang akan melakukan sensus di Kelurahan Koprapoka mengatakan alasan ikut terlibat dalam sensus penduduk 2020 ini, karena ia ingin menambah pengalaman dan karena ia memang senang bertemu dengan orang.

“Ini pengalaman pertama saya. Pas tahu kalau mereka (BPS) cari petugas sensus saya sangat senang dan langsung ikut daftar dan lulus,” katanya.

Ia pun berjanji akan menjalankan tugas ini dengan baik dan akan selalu bekerjasama dengan baik tim yang ada. Menurutnya pekerjaan ini adalah adalah ibadah, sehingga sudah seharusnya jika ia pun melakukannya dengan semangat dan penuh tanggungjawab.(ptb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *