oleh

Jalan Petrosea-Bandara Di-pending Lagi

“Jalan Petrosea-Hasanuddin itu belum berjalan karena kendala di lahan. Jadi kami punya kegiatan ada yang tidak jalan karena masalah lahan,” terang Aldi.

Pembangunan jalan akses Bandara Mozes Kilangin dari Bundaran Petrosea nampaknya belum bisa dijalankan tahun ini. Persoalannya, masih sama yakni terkendala lahan yang belum tuntas. Sehingga terpaksa harus dipending lagi.

Program ini sebenarnya sudah direncanakan sejak tahun lalu bahkan anggaran sudah tersedia tapi tidak bisa dijalankan. Tahun ini dalam APBD Tahun 2020 melalui DPA Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang sudah dialokasikan anggaran Rp 2,8 miliar tapi harus dipending.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Mimika, Aldi Padua yang ditemui di ruang kerjanya, Senin (31/8) lalu mengatakan anggaran sudah ada tapi lelang belum dilakukan. “Kami tidak bisa jalankan, mulai dari lelang kami stop dulu,” tandasnya.

Pasalnya pembebasan lahan belum tuntas. Apalagi di lahan yang nantinya dibuka menjadi jalan itu terdapat tempat pemakaman sehingga pihak keluarga belum memberikan izin bagi Pemda Mimika. Tapi terkait pembebasan lahan dikatakan Aldi menjadi kewenangan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan.

Tidak hanya jalan akses bandara yang belum bahkan tidak bisa dijalankan tahun ini, lanjutan peningkatan Jalan Petrosea – Hasanuddin juga belum berjalan karena persoalan yang sama. “Jalan Petrosea-Hasanuddin itu belum berjalan karena kendala di lahan. Jadi kami punya kegiatan ada yang tidak jalan karena masalah lahan,” terangnya.

Dinas PUPR terus berkoordinasi dengan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan untuk menyelesaikan persoalan lahan. “Lahan ini sementara kami urus dengan Dinas Pertanahan itu dimasukkan dalam perubahan untuk pembayaran,” ujar Aldi Padua. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *