oleh

Karyawan Diminta Bersabar Menunggu Pencairan Insentif

TIMIKA – Ketua DPRD Mimika, Robby Kamaniel Omaleng berharap para karyawan bersabar menunggu pencairan insentif yang sudah menjadi kesepakatan bersama manajemen PT Freeport Indonesia (PTFI). Ia berharap proses pencairan insentif bagi karyawan yang tetap bekerja selama hampir enam bulan di masa pandemi Covid-19 ini bisa berjalan dengan lancar, sehingga apa yang menjadi hak para pekerja bisa segera direalisasikan.

Kepada awak media di Kantor DPRD, Kamis (3/9), Robby mengatakan jika proses pencairan insentif bagi ribuan karyawan ini tentu memakan waktu. Dimana, tidak serta merta pihak manajemen langsung dapat memberikan insentif tersebut setelah akhir pekan lalu blokade jalan tambang di Mile 72 dibuka.

Robby mengungkapkan jika butuh waktu dan ketelitian manajemen untuk kembali mendata para karyawan sebelum memberikan insentif sesuai dengan kesepakatan bersama.

“Butuh perhitungan, proses sehingga bagi karyawan yang berkaitan dengan pembayaran hak yang dituntut, butuh kesabaran dan pasti manajemen akan bayarkan, dan itu sesuai aturan,” jelas Robby.

Dikatakan, pihak manajemen tentu saat ini sedang memperhitungkan total insentif yang akan diberikan kepada para pekerjanya. Sesuai dengan kesepakatan bersama, insentif tetap akan diberikan, namun dengan waktu yang masih harus ditunggu lagi oleh para karyawan.

Berdasarkan informasi yang beredar, para karyawan kembali melakukan aksi memblokade jalan di mile 72 pada Rabu malam, sebab apa yang menjadi kesepatan bersama manajemen khususnya pemberian insentif belum juga datang.

Menanggapi hal ini, Robby mengatakan para pekerja harus lebih bersabar terlebih dahulu. Kini, yang terpenting menurutnya para karyawan sudah bisa turun ke Timika untuk bertemu keluarga karena sistim Shift Day Off sudah dilaksanakan.

Setelahnya, karyawan diharapkan tetap bersabar karena membutuhkan proses yang teliti untuk memberikan insentif bagi karyawan.

“Butuh kesabaran lagi, perlu waktu, tidak harus dengar isu yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan situasi orang-orang tertentu yang memanfaatkan hal itu, tetapi mereka fokus bekerja, fokus pada anak istri agar produksi tambang bisa tetap berjalan lancar,” pungkas Robby.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *