oleh

Fasilitas Air Bersih Di Miktim Terkendala Pembebasan Tanah

TIMIKA – Hingga kini sejumlah fasilitas umum milik masyarakat yang berdomisili di Kelurahan Wania Distrik Mimika Timur (Miktim), masih kesulitan untuk mendapatkan akses air bersih. Pasalnya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari akan air, masyarakat hanya bergantung pada air hujan serta air sumur bor yang dibuat secara mandiri di rumah warga.

Menyikapi kondisi ini, Kadistrik Miktim, Yulianus Pinimet kepada Radar Timika, Jumat (4/9) mengatakan pihaknya berkomitmen akan mendorong untuk menyelesaikan persoalan tanah di lokasi bak penampungan air yang ada di wilayah itu.

Kata Yulianus, bak airnya sudah ada, bahkan debit air mencukupi untuk disalurkan ke rumah warga. Hanya saja persoalan pelepasan tanah di lokasi tempat pembuatan bak tersebut yang belum terselesaikan, maka air belum bisa dialirkan ke rumah warga.

“Ada bak air yang dibangun PDAM tetapi belum difungsikan, mengingat masyarakat yang punya tanah meminta untuk menyelesaikan persoalan tanah terlebih dulu. Jadi ini yang menjadi kendala tiap tahun. Kami akan upayakan tahun depan untuk diselesaikan,” ungkapnya.

Ia mengakui, dari informasi yang diperoleh pihaknya bahwa air tersebut dapat disalurkan ke rumah warga, apabila persoalan pembayaran ganti rugi tanah di lokasi tersebut diselesaikan terlebih dahulu.

“Minggu lalu saya sudah tanya masyarakat di sana dan informasi yang saya peroleh seperti itu, karena permasalahan tanah,” tutupnya.

Ia menambahkan bak penampungan air tersebut dibangun sejak tahun 2013 lalu, namun hingga kini belum dapat disalurkan ke rumah warga. Sementara debit airnya sangat mencukupi.

“Tahun depan kami akan upayakan agar air yang ada ini dapat disalurkan ke rumah warga serta sejumlah fasilitas umum yang ada di wilayah kelurahan Wania ini,” tukasnya.(itz)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *