oleh

Miris, Barang Kedaluwarsa 2018 Masih Dijual Bebas

Peredaran barang kedaluwarsa di Mimika masih terus terjadi. Minggu (6/9) lalu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan(Dipserindag) kembali menemukan barang kedaluwarsa termasuk makanan dan minuman yang masih dijual di salah satu toko di Jalan Bougenville. Mirisnya, ada produk yang sudah kedaluwarsa sejak tahun 2018.

Tim Disperindag yang turun pun langsung menyegel dan membawa barang bukti tersebut serta memanggil pemilik toko untuk dimintai keterangan alasan menjualnya. Dan dari pengakuannya kata Kepala Disperindag, Michael Gomar yang ditemui di Pasar Sentral usai pendatanganan surat pinjam pakai lapak, Senin (7/9) mengatakan ada faktor kesengajaan karena oknum tersebut mengatakan hanya membeli barang tersebut dari salah satu toko yang menjual dengan harga murah, karena sudah mendekati kedaluwarsa dan bahkan ada pula yang sudah kedaluwarsa, sehingga oknum tersebut menjualnya kembali dengan harga yang lebih murah lagi yang jaug di bawah harga pasaran.

“Untuk saat ini kami sudah panggil dan sudah berikan penjelasan dan kami berharap jangan sampai terulang kembali. Tetapi barang-barang expired sudah diamankan,” katanya.

Dengan adanya hal ini, ia mengimbau masyarakat untuk lebih teliti dan cermat saat membeli barang khususnya makanan dan minuman. Memperhatikan tanggal expired-nya dan tidak mengambil barang tersebut jika kemasannya sudah rusak karena itu juga bisa mempengaruhi isi produknya.

Begitu pun dengan produksi lokal, juga harus tetap diperhatikan izin edar dari Loka POM dan izin PIRT yang dikeluarkan Dinas Kesehatan. Semua produksi industri kreatif baik itu sarang semut, buah merah yang dikemas dalam botol-botol minum, semuanya harus mengantongi izin.

Disperindag lanjut Gomar akan terus melakukan pengawasan terhadap semua produk barang yang beredar atau yang didagangkan atau dijual belikan yang tidak memiliki kode atau izin resmi.

“Sebelum membeli barang dicek kembali tanggalnya, ada izin edarnya kah tidak karena ini menyangkut dengan kesehatan kita sebagai konsumen,” tuturnya. (ptb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *