oleh

Satu Tahun OMTOB Memimpin

Disaksikan ribuan warga yang memadati Lapangan 23, Jalan Agimuga Mile 32 pada Jumat 6 September 2019 lalu, Bupati Eltinus Omaleng, SE MH dan Wakil Bupati, Johannes Rettob, SSos MM mengucapkan sumpah.

Tidak terasa momen itu sudah berlalu. Minggu 6 September 2020 genap sudah setahun pasangan OMTOB memimpin roda pemerintahan di Kabupaten Mimika dengan mengusung visi “Mewujudkan Mimika Cerdas Aman Damai dan Sejahtera”.

Banyak janji dan program yang dicanangkan. Tapi apakah program dan janji itu mulai ditepati. Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, SSos MM mengungkapkan ada yang sudah terwujud. Namun ia juga meminta masyarakat masih harus bersabar.

“Dalam satu tahun banyak suka, duka yang dilakukan. Seharusnya banyak hal yang harus kita evaluasi. Saya minta maaf kepada masyarakat bahwa sebenarnya kemarin kita boleh evaluasi kinerja kita apa yang sudah dicapai, apa yang belum, apa yang harus dicapai,” ujar Wabup Rettob ketika ditemui di Hotel Horison, Senin (7/9).

Bisa Menuntaskan RPJMD

Pada tahun pertama, Bupati dan Wakil Bupati berhasil merampungkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Bahkan sudah dituangkan dalam Peraturan Daerah. Meskipun terlambat karena harusnya Bulan Maret lalu tapi akhirnya selesai juga. RPJMD merupakan dasar pelaksanaan pembangunan Mimika selama lima tahun kedepan.

Internet Menjangkau Pedalaman

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob mengakui banyak target dalam satu tahun kepemimpinan yang belum semuanya tercapai. Tapi ada juga yang diwujudkan dalam 100 hari kerja OMTOB. Contohnya pemasangan jaringan internet di beberapa daerah pedalaman seperti Kokonao Distrik Mimika Barat. Potowayburu, Distrik Mimika Barat Jauh. Distrik Jita dan Distrik Jila.

Keamanan

Dengan membangun sinergitas dengan semua pihak di Mimika, Wabup Rettob mengatakan secara perlahan situasi keamanan di Mimika mulai kondusif. Bahkan nyaris tidak ada konflik antar kelompok. Hanya saja diakuinya masih ada aksi dari oknum yang menganggu kenyamanan warga.

Sehingga ia menilai untuk implementasi visi Mimika Aman secara perlahan mulai terwujud. Adapun gejolak mampu dikendalikan. “Di Mimika kalau dipilih kepuasan kita sudah sampai di memuaskan,” tandasnya.

Bidang Ekonomi

Perkembangan ekonomi di Mimika menurut Wabup Rettob cukup baik. Berbagai sektor mulai hidup baik pertanian, peternakan dan perikanan. Swasembada telur ayam sudah bisa diwujudkan. Penanaman 1 juta pohon kelapa sudah terealisasi 20 persen bekerjasama dengan PT Freeport Indonesia.

Hanya saja ia memberi catatan bahwa dalam satu tahun terakhir masih fokus pada sarana dan prasarana tapi belum sampai pada pemberdayaan masyarakat. Ini yang menurutnya masih sedikit melenceng dari target yang diharapkan bisa dimulai dilakukan pada tahun pertama. OMTOB menargetkan, pemberdayaan masyarakat didahulukan sambil diikuti sarana prasarana. “Kita terbalik sarana prasarana dibuat sedangkan pemberdayaan masyarakat kurang diperhatikan sehingga jadi mubazir. Ini jadi persoalan jadi harus kembalikan perencanaan dengan baik,” ujarnya.

Reformasi Birokrasi Dinilai Mundur

Dalam urusan tata pemerintahan bagi Wabup Rettob justru mengalami kemunduran. Reformasi birokrasi yang menjadi prioritas utama dan menjadi misi ketiga tidak terwujud. Padahal reformasi birokrasi menjadi inti jalannya pemerintahan dan menciptakan pemerintahan yang baik dan berwibawa.

“Saya harus minta maaf kepada masyarakat bahwa apa yang masyarakat harapkan dalam satu tahun kepemimpinan belum maksimal. Ada yang merasa cukup tapi pasti ada yang belum cukup. Ada yang merasa terlayani tapi ada yang belum terlayani,” tuturnya.

Ini yang menurut Wabup Rettob harus dievaluasi agar pada tahun kedua penyelenggaraan pemerintahan bisa berjalan dengan baik. dibutuhkan orang atau figur yang inovatif, kreatif, berwibawa, jujur dan tidak bekerja untuk kepentingan kelompok.

Pembangunan Infrastruktur Semakin Digalakkan

Program ini menjadi salah satu prioritas. Itu terlihat dari semakin digalakkannya program pembangunan infrastruktur baik yang sifatnya lanjutan maupun yang baru mulai dikerjakan. Seperti penyelesaian Bandara Mozes Kilangin yang sebenarnya ditargetkan mulai beroperasi pada tahun pertama kepemimpinan OMTOB tapi akhirnya tertunda lagi karena dampak Covid-19. Jalan utama hingga jalan lingkungan juga terus dibenahi.

Agenda Nasional Terhalang Covid-19

Tahun ini sebenarnya menjadi masa keemasan bagi Mimika karena didapuk menjadi tuan rumah untuk dua agenda nasional yakni Pesparawi se-Tanah Papua dan PON. Tapi ternyata tidak bisa dilaksanakan karena dampak Covid-19.

Tidak hanya dua agenda itu, Wabup Rettob juga menyatakan banyak program yang tidak bisa dijalankan maksimal karena pandemi Covid-19. “Masyarakat harus bersabar mudah-mudahan tahun kedua kita bisa lakukan dengan baik. Sinergitas antara pemerintah, masyarakat dengan semua pihak bisa tercapai dengan baik. Masyarakat harus tetap optimis bahwa Mimika Cerdas, Aman, Damai dan Sejahtera dapat terwujud,” tutupnya. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *