oleh

Pemda Segera Bayar Lahan Jalan Petrosea – Bandara

AGAR pembangunan jalan akses bandara dari Bundaran Petrosea bisa segera terealisasi, Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan segera menyelesaikan persoalan lahan yang menghambat pekerjaan.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Mimika, Yunus Linggi, SSos yang ditemui di Kantor Pusat Pemerintahan, Selasa (8/9) kemarin mengatakan anggaran pembebasan lahan sudah diusulkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan.

Anggaran itu dialokasikan untuk lima pemilik lahan. Nilainya sudah dihitung oleh tim appraisal atau tim jasa penilai. Hanya saja salah satu pemilik belum menyetujui nilai yang ditetapkan appraisal. Pasalnya lokasi lahan awalnya masuk kategori kelas II, tapi setelah ada pembangunan bundaran Petrosea langsung naik kategori kelas I.

“Nilainya naik lagi sementara NJOP-nya masih sama dengan empat pemilik lahan,” ujarnya.

Pihak Pemda terus berupaya melakukan pendekatan secara kekeluargaan. Tapi salah seorang pemilik lahan belum menerima karena ingin nilainya berubah. Bahkan dua makam yang terdampak juga sudah disetujui untuk dipindahkan setelah Pemda bersedia melakukan pemindahan dengan adat.

Penyelesaian lahan jalan akses bandara dari Bundaran Petrosea ini menjadi penekanan dari Bupati Eltinus Omaleng. Sehingga dalam APBD Perubahan ini yang akan dibayarkan terlebih dahulu adalah empat pemilik, sementara satu lainnya menunggu kesepakatan.

Selain jalan akses bandara, Yunus Linggi juga menyatakan bahwa Bupati meminta pembayaran ganti rugi lahan terdampak pelebaran Jalan Cenderawasih di sekitar Jembatan Selamat Datang dan Jembatan SP 2 harus segera dilakukan.

“Tim appraisal dan PU sudah turun untuk ukur panjang dan lebar badan jalan termasuk trotoar. Itu sudah oke, tinggal eksekusinya nanti,” terangnya.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *