oleh

5 Fraksi Beri Apresiasi

Atas LKPJ dan PP-APBD Tahun Anggaran 2019

Lima Fraksi di DPRD yakni Fraksi Golkar, PDIP, Nasdem, PKB dan Mimika Bangkit mengapresiasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) dan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD (PP-APBD) Pemerintah Kabupaten Mimika Tahun Anggaran 2019. Sementara satu fraksi lainnya, yakni Fraksi Gerindra, belum memberikan apresiasinya karena masih terus mempelajari dokumen dari LKPJ yang tebalnya hampir 21 cm tersebut.

Walaupun memberikan apresiasi, namun ke lima fraksi DPRD tetap memberikan catatan-catatan yang harus diperhatikan oleh Pemda Kabupaten Mimika. Apresiasi terhadap LKPJ dan PP-APBD Tahun Anggaran 2019 ini terungkap dalam Rapat Paripurna II Masa Sidang III DPRD Kabupaten Mimika tentang Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Kabupaten Mimika terhadap Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD (PP-APBD) Kabupaten Mimika Tahun Anggaran 2019, Kamis (10/9) di ruang rapat Paripurna DPRD.

Dalam Rapat Paripurna II Masa Sidang III kemarin, dihadiri oleh 26 anggota dewan. Sembilan lainnya, tidak hadir.

Apresiasi atas LKPJ tahun anggaran pertama diungkapkan oleh Ketua Fraksi Golkar, Mariunus Tandiseno. Fraksi Golkar sebut Mariunus, menilai bahwa LKPJ Tahun Anggaran 2019 realisasi pelaksanaan APBD yang disajikan secara transparan dan akuntabel dengan memperhatikan aspek penyelenggaraan pemerintahan dalam kurun waktu satu tahun anggaran.

Fraksi Partai Golkar memberikan apresiasi kepada Pemda atas realiasi pencapaian target dalam tata kelola keuangan sehingga mendapat opini WTP dari BPK. Dengan realisasi pendapatan dalam 99,45 persen atau sebesar Rp 3 triiun ini patut diapresiasi sebagai upaya pemerintah yang telah bekerja dengan maksimal.

Selain apresiasi, ada catatan yakni pemerintah dalam menyusun LKPJ harus disusun secara komprehensif agar bisa memaparkan secara jelas apa yang sudah dilaksanakan dan pihak DPRD juga bisa lebih melihat ini dengan jelas dan transparan. Adapun serapan anggaran 81,02 persen, dengan kondisi seperti ini maka pemerintah perlu mencari solusi agar penyerapan anggaran lebih maksimal, proses tender atau pelelangan sebaiknya dilakukan pada awal tahun untuk menjaga mutu pekerjaan, pemerintah diharapkan dapat menekan angka kemiskinan karena ini adalah salah satu indikator ekonomi, OPD harus menyusun rencana pembelanjaan yang tepat.

Fraksi ke dua yakni Fraksi Partai Nasdem yang dibacakan oleh Daud Bunga. Mereka mengapresiasi pemerintah atas prestasi WTP dari BPK terhadap tata kelola keuangan daerah. Atas serapan anggaran yang mencapai 99,45 persen dan belanja tahun 2019 atas transaksinya sebesar Rp 2 triliun lebih. Adapun permasalahan kepemilikan tanah, asset daerah yang masih tumpang tindih, belum adanya data, melakukan evaluasi data di setiap OPD, memaksimalkan potensi PAD pada semua OPD, Pemda agar pelaksanaan lelang tepat pada waktunya.

Fraksi ke tiga yakni Fraksi PDIP. Yulian Solossa mengakui jika masih banyak program yang tercantum dalam APBD tidak terlaksana seluruhnya, khususnya bagi masyarakat Amungme dan Kamoro. Dengan serapan anggaran Rp 3 triliun dan realisasi pendapatan 99,45 persen adalah hasil yang sempurna. namun ini hanya gambaran di atas kertas. PDIP mengkritisi rencana pembangunan, namun tidak banyak kegiatan pemberdayaan masyarakat, sebaiknya presentasenya sebanding, pemerintah belum fokus pada urusan wajib sumber dana bagi parpol, masih terjadi miss persepsi atas dana Rp 800 juta. Dengan dana yang bersumber dari BPKAD dan di Bakesbangpol juga ada dana pembinaan Parpol ini harus diperjelas.

Realiasi penggunaan anggaran oleh Bakesbangpol Rp 250 juta untuk pembinaan Parpol ini harus diperjelas. padahal tahun 2019, belum diadakan kegiatan pembinaan kepada Parpol dan kejelasan tentang capaian dan program selama tahun 2019 untuk masyarakat asli. Sentra pendidikan, kesehatan, ekonomi diharapkan pemerintah lebih fokus lagi di distrik-distrik terpencil serta persoalan air bersih masih menjadi persoalan urgen, di pesisir harus jadi prioritas dan pencemaran limbah jadi perhatian pemerintah. Serta dukungan pemerintah untuk Perguruan Tinggi Swasta di Mimika, wajib memberikan beasiswa kepada mahasiswa, diharapkan program pemerintah tidak hanya fokus di kota, tapi di pesisir dan pedalaman. Seperti di Kokonao, Agimuga dan Mimika Timur yang masih jauh dari kata sejahtera serta mengimplementasikan semangat Otsus bagi masyarakat Papua dengan penyediaan rumah layak huni

Fraksi PKB yang disampaikan Miller Kogoya juga menerima LKPJ 2019 dan ada beberapa catatan yakni proses pelaksanaan dan rea isasi APBD yang tercapai ini berdasarkan visi misi bupati dan wakil bupati, realiasi Pemda dalam melaksanakan program kerja terhadap masyarakat akan tetapi hal ini perlu dievaluasi dalam pelayanan yang berkesinambungan bagi masyarakat, memberikan atensi realisasi kegiatan terhadap musibah yang terjadi di luar dugaan seperti banjir, ke depan pemerintah harus membenahi normalisasi sungai agar meminimalisir banjir.

Fraksi Mimika Bangkit oleh Leonardus Kocu mengungkapkan dengan keterbatasan waktu, belum bisa membaca, mengerti dan memahami dokumen LKPJ dan PP-APBD 2019, maka harus dilaksanakan Bimtek untuk hal ini guna melihat dan menilai kinerja pemerintah. Belum menerima audit BPK terhadap program dan penggunaan anggaran tahun 2019. Untuk menjaga hubungan dan kerja sama yang baik, diharapkan sambutan dan pembukaan LKPJ di tahun depan sebaiknya dihadiri oleh pimpinan daerah, mengusulkan pembentukan Pansus untuk membedah LKPJ ini agar detail dan lengkap guna membantu memberikan pandangan yang objektif sebagai penyusunan APBD di tahun berikutnya.

Sementara itu  Fraksi Partai Gerindra yang diungkapkan oleh ketuanya, M Nurman S Karupukaro, pihaknya sampai saat ini masih terus belajar karena tebalnya 20 cm LKPJ. Gerindra masih tetap mempertanyakan ketidakhadiran bupati dan wakil bupati dalam rapat paripurna ini dan berharap tidak ada dualisme (perpecahan) kepemimpinan agar pembangunan di Kabupaten Mimika ini bisa berjalan sesuai dengan visi dan misi bupati dan wakil bupati. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *