oleh

Kasus Meningkat, Masyarakat Diimbau Tetap Jaga 3M

“Saya berharap masyarakat semakin tertib, semakin sadar akan penggunaan protokol kesehatan,” imbau Wabup.

Kasus penyebaran covid-19 di Kabupaten Mimika kembali meningkat. Dalam kurun waktu satu hari saja, pada Kamis (10/9) lalu, ada 39 kasus baru positif covid-19 di Kabupaten Mimika.

Menanggapi kembali meningkatnya kasus kumulatif positif Covid-19, Wakil Bupati Johannes Rettob berharap masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19, seperti dengan upaya 3M, yakni Menggunakan masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak. Ketiga cara itu, menurutnya adalah cara yang paling mudah dan harus diterapkan oleh masyarakat untuk menekan penyebaran atau penularan Covid-19 yang sampai saat ini belum ada obatnya.

Wabup kepada awak media di Kantor DPRD, Jumat (11/9) kemarin mengatakan, angka penyebaran Covid bisa saja banyak, namun yang meninggal diharapkan tidak bertambah lagi. Namun, dengan bertambahnya pasien probable (PDP) yang meninggal sebutnya, ini harus menjadi perhatian serius semua pihak.

“Saya berharap masyarakat semakin tertib, semakin sadar akan penggunaan protokol kesehatan,” imbau Wabup.

Selain kepada masyarakat, dinas teknis sebut Rettob, juga diimbau untuk melihat sarana bak penampungan air yang diletakkan di beberapa titik di pinggir jalan untuk fasilitas cuci tangan. Apakah bak penampungan air ini masih berfungsi atau masih ada airnya ataukah tidak.

Lanjutnya, pasien yang sudah dinyatakan positif covid-10 sedang melakukan isolasi mandiri di rumah, apakah dipastikan juga tetap mematuhi protokol kesehatan atau tidak. Bahkan, masyarakat yang sedang sakit dan tetap beraktivitas di tempat umum juga tidak bisa dipastikan untuk istirahat.

Jika angka penyebaran covid-19 terus bertambah kata Rettob, pihaknya juga tidak menginginkan jika ada pembatasan sosial dengan penutupan aktivitas penerbangan bahkan pembatasan jam aktivitas di luar rumah.

“Saya himbau masyarakat agak kurangi, pesta itu, di situasi seperti saat ini karena kita mengumpulkan banyak orang, tidak terjadi seperti itu (penerapan protokol kesehatan),” jelasnya.

Rettob sendiri mengakui jika sampai saat ini masyarakat masih abai karena kurang maksimalnya sanksi yang diterapkan jika masyarakat tidak melaksanakan protokol kesehatan. Dan ini, sebutnya tetap menjadi perhatian pemerintah agar sanksi ke depanya bisa ditegakkan sesuai aturan yang berlaku. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *