oleh

Covid-19 di Mimika Hampir Sentuh 1.000 Kasus

“Jujur saja, tadi saya cek tangki air, ternyata kosong. Ini di depan kantor, apalagi di jalan. Sudah tidak ada perhatian, mungkin tidak ada pengawasan,” kata Wabup.

Penyebaran virus corona atau Covid-19 di Mimika kembali pada situasi yang mengkhawatirkan. Bagaimana tidak, setiap hari ada temuan sehingga total kasus di Mimika mapir menyentuh angka 1.000.

Pusat penyebaran kasus yang baru ditemukan berada di wilayah Kota Timika dengan beberapa klaster. Ini berbanding terbalik dengan wilayah Tembagapura yang awalnya menjadi penyumbang terbesar malah akhir-akhir ini terus menurun.

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, SSos MM sangat prihatin dengan situasi penyebaran Covid-19 di Mimika yang menurutnya mulai tidak terkendali lagi. Hanya dalam dua pekan terjadi penambahan sekitar 200 kasus. “Kondisi kita parah,” tandasnya.

Tapi Pemda Mimika tidak akan tergesa-gesa dalam menarik rem darurat. Hanya saja Wabup meminta evaluasi harus dipercepat agar ada langkah-langkah strategis untuk pengendalian. Seperti penanganan pasien Covid-19 yang sekarang ‘dibiarkan’ isolasi mandiri.

Wabup Rettob mengakui belakangan langkah pencegahan tidak efektif sehingga membuat masyarakat semakin abai. Protokol kesehatan diabaikan. Fasilitas tempat cuci tangan juga sudah tidak dihiraukan bahkan dibiarkan kosong tanpa air. “Jujur saja, tadi saya cek tangki air, ternyata kosong. Ini di depan kantor, apalagi di jalan. Sudah tidak ada perhatian, mungkin tidak ada pengawasan,” kata Wabup.

Meskipun situasi penyebaran Covid-19 mengkhawatirkan tapi menurut Wabup, Pemda tidak akan menarik rem darurat. Apalagi memberlakukan pembatasan sosial diperketat dan diperluas. Kata dia, ekonomi dan kesehatan harus seimbang. Jika PSDD diberlakukan maka hanya utamakan kesehatan dan korbankan ekonomi.

Solusinya kata Wabup, cukup dengan meningkatkan pengawasan terhadap penerapan protokol Covid-19. “Hanya 3M, Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak. Mudah, tidak susah. Asal kita sadar,” tuturnya.

Ia juga menyesalkan sikap masyarakat yang sudah tidak peduli dengan Covid-19 sehingga membuat kasus kembali meningkat. “Sebagai pribadi, saya berharap tidak boleh lagi ada PSDD misalnya lockdown pesawat terbang atau pembatasan aktivitas. Jadi kita perketat dalam pengawasan supaya ekonomi jalan, kesehatan jalan,” terangnya. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *