oleh

Pelaku Pencurian di Timika Merupakan Jaringan Dari Sulawesi

Aparat kepolisian hingga kini masih terus melakukan pengejaran, terhadap dua orang berinisial MR dan Zu yang diketahui merupakan pelaku beberapa kasus pencurian yang terjadi di Kota Timika.

Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto, SH SIK ketika ditemui Radar Timika, Rabu (16/9) kemarin di kantor Pelayanan Polres Mimika mengatakan, kedua pelaku yang kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Mimika ini, merupakan jaringan pelaku tindak pidana kejahatan antar daerah.

“Masih kita lakukan pengejaran, namun sudah beberapa barang bukti yang kita amankan di rumah pelaku di seputaran Nawaripi. Yang diduga kuat ada kaitannya dengan beberapa kasus pencurian yang terjadi di Timika,”tuturnya.

Bahkan menurut Kasat Reskrim, bahwa saat anggota melakukan penggerebekan di rumah salah seorang pelaku, polisi menemukan surat keterangan rapid test dari salah satu rumah sakit di Makassar.

“Mereka ini kelompok lama yang pernah bermain di Timika, dan pimpinannya itu dilumpuhkan di Makassar. Dan salah satu dari pelaku ini baru datang dari Makassar ke Timika, tanggal 19 Agustus lalu. Kita dapatkan hasilkan rapid dari salah satu rumah sakit di Sulawesi. Dan kita saat ke rumahnya juga kita temukan surat keterangan rapid itu di rumah pelaku itu. Jadi mereka ini jaringan Sulawesi, dan sepertinya mereka bagi tugas untuk lokasi bermain,”urai AKP Hermanto.

Selanjutnya Kasat Reskrim menjelaskan bahwa dua pelaku tersebut, dipastikan terlibat dalam beberapa kasus pencurian di Timika. Antara lain kasus pencurian di Kantor Pos Ranting Jalan Budi Utomo. Kemudian kasus pencurian dengan modus gunakan paku bekas besi payung. dan kasus pencurian uang tunai senilai Rp 300 juta di dalam mobil.

Terdapat tiga kasus yang sudah dipastikan pelakunya adalah mereka, karena ada bukti-bukti pendukung. Misalnya, di rumah pelaku ada kita temukan meterai yang sama dengan yang hilang di kantor pos.

“Lalu di dalam jok sepeda motornya, kita temukan juga besi sejenis paku dari besi payung yang sama persis dengan kasus yang terjadi di Jalan Yos Sudarso beberapa waktu lalu. Kemudian sepeda motor yang kita amankan di rumah pelaku, sama persis dengan keterangan dari korban kasus pencurian uang Rp 300 juta itu,”jelasnya.

Untuk kasus pencurian uang tunai Rp 300 juta itu, dilaporkan dengan laporan polisi nomor : LP 631/IX/2020/PAPUA/RES MIMIKA, tanggal 10 September 2020. Yang mana korbannya, diketahui bernama Sudin P (52) warga Jalan Pejuang Timika.

Di mana Kasat Reskrim menjelaskan kronologis kejadian kasus pencurian uang senilai Rp 300 juta yang terjadi beberapa waktu lalu, itu bermula, saat korban usai mengambil uang di Bank BCA Cabang Timika di Jalan Budi Utomo.

Kemudian setelah itu korban yang pada saat itu mengendarai mobil Avanza meninggalkan Bank BCA Cabang Timika, dan menuju Jalan Hasanuddin, dengan melewati Jalan Kartini ujung, Jalan Perintis dan Jalan Budi Utomo, serta Jalan Yos Sudarso. Lalu saat melewati Jalan Yos Sudarso, korban sempat mampir ke rumah salah satu kerabatnya yang berada di Lorong Kondro.

Saat berada di rumah kerabatnya, korban mendengar ada anjing menggonggong dan saat korban keluar untuk mengecek uang yang di simpan di dalam mobil, ternyata uang itu sudah tidak ada. Namun saat itu korban sempat melihat dua orang melarikan diri, dengan sepeda motor meninggalkan TKP.

“Dua orang itu sudah kita identifikasi ternyata ciri-ciri sama dengan pelaku yang selama ini kita cari, yakni yang satu badan gemuk dan satunya badan kurus dan tinggi. Mereka kemungkinan saja masih ada di Timika, makanya masih kita cari terus,”papar AKP Hermanto.

Sementara itu Kapolres Mimika juga mengatakan, bahwa Polres Mimika kini telah menerbitkan DPO terhadap pelaku MR dan Zu serta seorang wanita berinisial Di.

“Mereka ini sebelumnya terlibat dalam kelompok curas nasabah bank, yang dipimpin Daeng Rani yang ditembak mati di Makassar,”kata AKBP Era.

Kemudian dari hasil penyelidikan pada Bulan Agustus lalu, menurut Kapolres bahwa para pelaku ini kembali melakukan serangkaian kasus pencurian di Kota Timika.

Dari hasil penyelidikan, mereka ini kembali ke Mimika dan melakukan beberapa aksi curas antara lain, curas di kantor pos, curas di FIF, curas nasabah bank yang kerugian Rp 300 juta, dan beberapa curas nasabah bank lainnya. Makanya dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi, Polres Mimika mengeluarkan 3 DPO tersebut,”ungkap Kapolres. (tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *