oleh

Ruang Isolasi RSUD Sudah Penuh

Peningkatan kasus yang terjadi setiap hari membuat Kota Timika sekarang ini berada dalam situasi yang memprihatinkan. Melonjaknya pasien Covid-19 berdampak pada kapasitas ruang isolasi RSUD Mimika sebagai rumah sakit rujukan yang sudah mencapai ambang batas atau penuh.

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, SSos MM menyatakan situasi Covid-19 di Mimika cukup memprihatinkan. Peningkatan begitu cepat, angka kesembuhan kurang. Angka reproduksi untuk skala Kabupaten Mimika berada di angka 1,8. Tapi khusus Kota Timika yang meliputi beberapa distrik seperti Mimika Baru, Wania, Kuala Kencana dan Amamapare berada di angka 2,6.

“Saat ini Kota Timika yang tertinggi dari beberapa distrik,” kata Wabup Rettob ketika ditemui di MPCC, Rabu (16/9) kemarin.

Shelter Sudah “Ditutup”

Pemda Mimika bersama berbagai pihak akan melakukan evaluasi pada Sabtu (19/9) mendatang untuk menentukan arah kebijakan. Mulai dari pencegahan, pengawasan dan persoalan keuangan untuk penanganan.

Sekarang ini, setiap penumpang dari luar Mimika yang baru tiba, juga tidak lagi diperiksa atau skrining.

Penerapan new normal kata Wabup harusnya tidak mengabaikan kesehatan. Tapi dua sektor, yakni kesehatan dan ekonomi harus seimbang. Hanya saja ia menilai masyarakat mulai tidak peduli, padahal dalam mengendalikan Covid-19 cukup dengan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Meningkatnya kasus Covid-19 diungkapkan Wabup berdampak pada fasilitas kesehatan. Dimana ruang isolasi sudah penuh. Itu karena sebagian besar pasien mengalami gejala sedang hingga berat. Bahkan ada yang mendapatkan perawatan intensif menggunakan ventilator.

Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) terpaksa harus kembali menangani pasien Covid-19 karena ruangan di RSUD sudah penuh. Sementara shelter sebagai rumah sakit satelit sudah ‘ditutup’.  Sehingga Pemda akan berkoordinasi dengan PTFI untuk penanganan. Melihat kasus di Tembagapura sudah menurun, sementara kapasitas tempat tidurnya ada 1.000. “Nanti kita lihat, kita kerjasama. Shelter juga,” tandas Wabup Rettob.

Penularan virus corona di Mimika memunculkan banyak klaster. Mulai dari klaster keluarga hingga klaster perkantoran. Bahkan beberapa pegawai di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga terinfeksi Covid-19.

Direktur RSUD Mimika, dr Antonius Pasulu, Sp THT-Kl MKes membenarkan kapasitas ruang isolasi yang sudah penuh. Saat ini ada 35 pasien yang mendapat perawatan di RSUD Mimika. 30 diantaranya adalah pasien positif Covid-19. Semetara 3 pasien probable dan 2 suspek yang menunggu hasil tapi dirawat.

Menurut Anton, jumlah pasien Covid-19 yang dirawat sudah melebihi 50 persen kapasitas ruang perawatan. Dimana Ruang Elang yang memiliki 20 tempat tidur sudah terisi penuh. Sementara ruang tekanan biasa memiliki 40 tempat tidur juga sudah terisi.

Anton mengungkapkan, kondisi pasien Covid-19 sekarang ini mengalami gejala sedang dan berat sehingga membutuhkan oksigen. Bahkan dua pasien menggunakan ventilator. Diprediksi bertambah lagi.

Dengan kondisi ini maka RSUD terpaksa membatasi pasien non Covid-19. Pasien yang dalam kondisi gawat darurat tetap dilayani dan ditangani sampai stabil. Setelah stabil akan dilihat kapasitas ruangan, jika penuh maka pasien dirujuk ke RSMM. Operasi juga demikian, mengingat dokter spesialis anastesi hanya satu orang maka penanganan melihat situasi. Jika dokter kelelahan akan dirujuk ke RSMM. “Tapi pengurangan layanan tidak pengaruhi kualitas layanan,” tandasnya.

Jadi terbatasnya sumber daya di RSUD menjadi alasan pembatasan. Mulai dari dokter spesialis yang minim sehingga bebannya harus dikurangi. Tenaga perawat dan tenaga kesehatan lainnya pun diperhatikan oleh manajemen. Sebab menangani pasien Covid-19 membutuhkan perhatian dan energy yang cukup banyak.

“Saya tidak mau dokter dan tenaga kesehatan kelelahan karena itu malah menjadi potensi tertular Covid-19,” jelas Anton.

Sejak dua bulan lalu, RSUD Mimika sudah meminta tambahan tenaga spesialis dari Kementerian Kesehatan tapi sampai saat ini belum ada respon. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *