oleh

Sindikat Pencuri Antar Pulau Dilumpuhkan

Pelaku Hendak Kabur ke Manado

Polres Mimika mengamankan tiga orang terduga pelaku pencurian disertai kekerasan yang beberapa kali beraksi di berbagai lokasi di Timika. Selain ketiganya, polisi juga mengamankan seorang istri dari seorang pelaku yang masih dimintai keterangan sebagai saksi. Dua dari tiga pelaku yang diamankan, diduga merupakan sindikat pencurian antar pulau.

Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata usai dilakukannya penangkapan pada Rabu (16/9) malam menyebut, ketiga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial AT (32), ZA (24) dan R (37). Sementara satu perempuan yang diamankan adalah berinisial Di. AT dan ZA merupakan residivis karena pernah diamankan oleh Polrestabes Samarinda dan dihukum oleh pengadilan setempat dengan kasus serupa. Namun kemudian bebas karena mendapatkan remisi pandemi Covid-19.

Diceritakan, AT dan ZA datang dari Makassar menuju Timika, pada 17 Agustus 2020 lalu dan langsung menumpang tinggal di rumah milik R. Beberapa hari kemudian ketiganya langsung melakukan sejumlah aksi pencurian, diantaranya pencurian di sebuah mobil yang bannya diberikan paku payung. Dari dalam mobil, para pelaku menggasak uang sejumlah Rp 6 Juta dan juga handphone. Para pelaku juga disebut terlibat dalam pencurian beberapa laptop dan proyektor milik FIF di Jalan Budi Utomo.

Kasus lainnya yakni pencurian beberapa uang tunai dan sejumlah meterai di Kantor Pos Ranting di Jalan Budi Utomo. Terakhir, yakni melakukan pencurian di rumah milik seorang nasabah yang baru pulang dari bank. Karena rumah tak dikunci oleh nasabah tersebut, uang senilai Rp 300 Juta kemudian dicuri pelaku.

“Untuk pencurian di Km 5 dan nasabah bank itu modusnya sama, yakni menggunakan besi paku payung yang ditancapkan di ban korban, mereka kemudian membuntuti kemana korban pergi. Di FIF para pelaku melakukan pencongkelan dengan besi. Sedangkan di Kantor Pos, mereka membongkar gembok dengan rapi karena mempelajarinya dari medsos,” ujar Kapolres Era Adhinata.

Kasus terakhir yakni pencurian uang nasabah senilai Rp 300 juta dikatakan Kapolres Era kemudian dibagi ke salah satu kelompok yang disebut juga mengincar orang yang sama. Kepada kelompok tersebut uang dibagikan uang Rp 100 juta. Sisanya, kemudian dibagi empat dimana AT dan ZA yang merupakan eksekutor diberikan uang senilai Rp 55 juta, dua orang lainnya yakni R dan SA (buron), mendapat Rp 45 juta.

Dijelaskan pula, uang hasil pembagian tersebut tidak dipegang masing-masing oleh para pelaku melainkan disimpan di rekening milik istri masing-masing pelaku. Selain kepada istri, uang juga disimpan ke rekening keluarga. Sisanya, para pelaku kemudian membelanjakan sejumlah pakaian baru (barang bukti) yang juga diamankan di Polres Mimika. “Sebagian uang yang masih ada kita sita. Nominalnya Rp 3,5 Juta. Kita akan kordinasi dengan bank terkait dengan dana yang dimasukkan. Ada buku tabungan yang kami sita dan kami menduga baru dibuka,” jelasnya.

Kapolres Era Adhinata menyampaikan, sejak kasus terakhir tersebut, pihaknya memiliki gambaran terkait kasus-kasus pencurian yang muncul. Ia kemudian meminta tim Opsnal membantu melakukan dan mencari informasi terkait dengan sindikat tersebut. “Karena dilihat dari kejadiannya yang berurutan, bisa dipastikan ini sindikat. Cara mencuri dan mengikutinya, modus operandinya pula pasti sindikat,” ungkapnya.

Namun ia memastikan, masih ada satu pelaku berinisial SA yang dipastikan buron dalam penangkapan tiga pelaku tersebut. Sebab saat hendak diamankan Satreskrim Polres Mimika dan Reskrim Polsek Miru, keempatnya berusaha melarikan diri. “Kami mengamankan ketiganya di rumah milik R. Karena berusaha kabur itulah kami terpaksa melumpuhkan ketiganya. Kita juga mengantisipasi kalau mereka berlari jauh atau melakukan aksi lainnya,” tutupnya.

Sebelum diamankan, AT dan ZA dipastikan hendak terbang menuju Manado, Sulawesi Utara. Keduanya juga dibenarkan telah membeli tiket pesawat. Tiga tersangka yang diamankan dipastikan dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 hingga 12 tahun penjara.

Hadir dalam pengungkapan kasus Rabu malam yakni, Kapolsek Mimika Baru, Kompol Sarraju, Kabag Ops Polres Mimika, AKP Dionisius Vox Dei Paron Helan, Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto, KBO Satreskrim Polres Mimika, Iptu Andi Suhidin serta sejumlah personel Satreskrim Polres Mimika dan Polsek Miru. (dcx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *