oleh

Pemerintah Dinilai Ragu Keluarkan Instruksi PSBB

TIMIKA – Pihak Legislatif menilai pemerintah masih ragu-ragu untuk mengeluarkan instruksi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seiring dengan penambahan jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Mimika. Keragu-raguan pemerintah ini dapat terlihat dari belum ditetapkannya PSBB setelah mereka bersama Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 melakukan rapat evaluasi pada akhir pekan lalu.

Dengan belum ditetapkannya PSBB ini, kini malah membuat masyarakat semakin bingung dan bertanya-tanya. Hal itu diungkapkan Politisi Partai Hanura, Saleh Al Hamid, Senin (21/9).

Dikatakan Saleh, dalam rapat evaluasi penanganan Covid-19 di Kabupaten Mimika untuk penentuan PSBB atau melanjutkan masa new normal, perlu ditetapkan oleh pimpinan daerah. Sementara pada saat rapat evaluasi terakhir yang dipimpin oleh PJ Sekda, tentu belum bisa melahirkan penetapan pemberlakuan PSBB ataupun melanjutkan masa new normal.

“Pemerintah sekarang ini belum ada kepastian. Mereka masih dalam kebingungan, ragu-ragu, apalagi keputusan yang dikeluarkan untuk masyarakat, lebih ragu-ragu lagi,” jelas Saleh.

Saleh yang juga Sekretaris Komisi C DPRD ini, mengungkapkan jika baik pimpinan daerah maupun pimpinan OPD harus mengeluarkan kebijakan yang tetap pro kepada masyarakat. Apalagi di tengah situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini. Masyarakat masih tetap harus bertahan di situasi perekonomian yang belum stabil, ataukah harus mempertahankan kesehatan agar tidak terdampak wabah ini.

Pemerintah tambah Saleh, harus bijak sebelum menatapkan aturan yang muaranya untuk kemaslahatan masyarakat. Bahkan jika ada sanksi bagi masyarakat tidak mentaati aturan, harus diberikan dengan tegas juga agar aturan yang dibuat oleh pemerintah tidak mengambang.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *