oleh

Pemuda dan Mahasiswa Berperan Bangun Daerah

24 Mahasiswa Ikuti Basic Training HMI Komisariat Mimika

Sebanyak 24 mahasiswa dari sejumlah kampus di Kabupaten Mimika, mengikuti latihan kepemimpinan tingkat satu atau basic training di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Mimika Cabang Jayapura. Gelaran kegiatan ini dipusatkan di Kantor KNPI, Jalan Cenderawasih sejak Jumat-Minggu (18-20 September 2020).

Dalam pembukaan di Hotel Serayu Timika, Jumat (18/9) sore lalu, Ketua HMI Komisariat Mimika, Muhammad Amin dalam sambutannya mengatakan, LK I adalah jembatan bagi mahasiswa untuk menjadi aktivis hijau hitam. Di mana para aktivis tersebut adalah orang-orang yang tidak hanya datang ke kampus, dan belajar materi di dalam kelas belaka. Namun juga untuk turut serta membangun daerah dengan membuat langkah konkrit.

“Memang ada banyak sekali orang yang masuk ke perguruan tinggi setiap tahunnya. Namun segelintir orang memilih untuk tidak menjadi mahasiswa biasa saja, yakni dengan menyelesaikan masalah yang ada dengan membuat langkah konkrit nan partisipatif,” ujarnya.

Dalam sambutannnya pula ia mengapresiasi kehadiran Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob yang dinilainya sangat memerhatikan kegiatan kepemudaan dan kemahasiswaan di Timika.

“Beliau sudah dua kali hadir di acara kami. Bagi kami, itu bukti akan komitmen dan kecintaannya akan organisasi mahasiswa yang ada di Timika,” ungkapnya.

Ketua Korps Alumni HMI Komisariat Mimika, Soraya Madubun dalam sambutan selanjutnya menambahkan, mulai tahun ini, pemerintah daerah sudah melirik pentingnya organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan di Mimika.

Serupa dengan harapan Amin, Soraya menambahkan kehadiran Wakil Bupati John Rettob dimintanya juga sama di semua organisasi Cipayung, yang terdiri dari lima organisasi cikal bakal terbentuknya KNPI. Yakni GMKI, PMKRI, PMII, HMI dan GMNI yang sebagian sudah berdiri di Mimika.

Soraya juga menekankan, materi yang ada di basic training bisa menambah wawasan mahasiswa. Meskipun pada awalnya kegiatan basic training bisa berlangsung sepanjang seminggu, ia menjelaskan, karena pandemi, maka materi yang diberikan ke mahasiswa sudah dipilah menjadi yang penting saja. Sedangkan pengembangannya bisa dilakukan melalui diskusi dengan sejumlah senior yang ada di HMI.

Di akhir sambutan, Wakil Bupati John Rettob menyampaikan peran mahasiswa dan peran pemuda adalah, berpikir kritis dengan konsep dan solusi yang konstruktif. Ia menilai pemerintahan daerah tidak dapat berjalan dengan baik, jika tidak ada masukan dari pemuda maupun mahasiswa.

“Jadi pemerintah harus selalu hadir dan tentunya siap diberikan masukan dan kritik. Tentu kritik yang membangun. Ini semua demi masyarakat sejahtera,” ungkapnya.

“Tapi kami mau sampaikan agar kalian sebagai mahasiswa harus juga menjaga kesehatan, karena kalian akan menjadi pemimpin-pemimpin di masa depan. Sehingga kita harus bisa kuat dan membangun Mimika kedepannya,” tutupnya. (dcx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *