oleh

Cegah Klaster Baru, Dinas Pendidikan Tiadakan Guru Kunjung

TIMIKA – Guna mencegah adanya klaster baru penyebaran Covid-19 lewat pendidikan, Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika mengeluarkan kebijakan untuk meniadakan aktivitas guru kunjung. Kini guru-guru tidak lagi diperbolehkan untuk mengunjungi rumah murid untuk mengajar dan diganti dengan tetap menggunakan sistim pembelajaran daring dengan pemberian tugas.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan, Jeni O Usmany saat dihubungi Radar Timika, Selasa (22/9) melalui sambungan telepon. Dikatakan Jeni, berdasarkan jumlah penyebaran Covid-19 di Timika yang semakin bertambah, maka pemerintah mengambil kebijakan untuk meniadakan aktivitas guru kunjung.

Pembelajaran sebutnya, kini dilakukan dengan sistem daring menggunakan aplikasi google dan WhatsApp. Namun, pembelajaran model ini juga tidak dilakukan dalam waktu yang lama. Paling tidak kata Jeni, siswa jenjang SMP hanya berada di depan laptop atau hp android untuk belajar dengan sistem daring selama dua jam. Untuk murid jenjang SD paling lama satu jam.

“Guru kunjung sudah tidak ada, tidak boleh lagi diganti dengan semua itu lewat google dan WhatsApp. Tapi kita batasi juga, paling lama anak di depan laptop itu dua jam,” ujar Jeni.

Lanjutnya, untuk tugas yang dikerjakan anak-anak menggunakan google dan WhatsApp yang diambil oleh orang tuanya di sekolah diharapkan bisa meminimalisir adanya sentuhan dan tatap muka antara guru dan siswa.

Selama masa pandemi Covid-19 ini sebut Jeni, tugas hanya diberikan kepada anak-anak agar mereka memiliki aktivitas. Namun, yang paling penting kata Jeni, anak-anak tidak dipaksa untuk mengejar materi pembelajaran.

“Jadi kita tidak harus memaksa anak-anak untuk tuntas materi, tapi yang penting itu dia ada aktivitas setiap hari. Penilaianitu kan bukan saja soal dia kejar materi saja, tapi dia telaten atau tidak,” jelasnya.

Kebijakan pembelajaran daring ini tambahnya juga masih akan dilaksanakan sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan. Sebelum ada pemberitahuan dari pemerintah soal pembukaan sekolah, aktivitas belajar dari rumah tetap dilaksanakan.

Adapun kebijakan ini kata Jeni, berlaku untuk semua sekolah baik sekolah negeri maupun swasta. Ia bahkan mengungkapkan jika sekolah-sekolah khususnya sekolah swasta untuk bijak memberikan pembelajaran anak di depan laptop dan hp hanya selama dua jam saja.

Saat ini menurutnya, pendidikan hasilnya bisa dilihat dalam jangka panjang. Namun, yang tidak boleh dilupakan adalah kesehatan anak-anak yang harus dijaga sedini mungkin.

Dinas Pendidikan sendiri akan menurunkan timnya untuk memantau aktivitas pembelajaran online di sekolah-sekolah. Jika ada sekolah yang masih menerapkan sistem pembelajaran daring dengan jangka waktu yang lama, maka akan diberikan sanksi administrasi.

“Kita akan barengi dengan evaluasi, petugas kita sendiri yang akan pergi ke sana untuk mengawasi betul atau tidak dilaksanakan, jika tidak maka tentu akan diberikan sanksi administrasi,” pungkas Jeni.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *