oleh

Pemda Perketat Isolasi Mandiri Pasien Covid-19

Dalam sebulan mulai 19 Agustus sampai 19 September 2020, kasus Covid-19 di Mimika meningkat 15 kali jauh tinggi dibanding fase pertama 29 Maret sampai 18 Agustus. Angka kematian juga demikian, rata-rata dua kasus per hari baik pasien terkonfirmasi positif Covid-19 maupun probable.

Pada Rabu (23/9) kemarin ada tambahan 48 kasus baru. Itu didominasi temuan kasus dari Distrik Mimika Baru sebanyak 26 kasus. Kampung Amamapare 8 kasus , Distrik Kuala Kencana 8 kasus, 5 kasus Distrik Wania dan satu kasus Distrik Tembagapura.

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra kepada wartawan usai pertemuan di Hotel Grand Mozza, Rabu (23/9) kemarin mengatakan, salah satu gejala yang ditemukan pada pasien Covid-19 sekarang ini yaitu gangguan indra penciuman.

“Perlu kami sampaikan kepada masyarakat agar misalnya siapa yang mengalami gangguan penciuman segera menghubungi petugas kesehatan atau hubungi PSC 119. Bisa langsung ke Puskesmas atau Ruang Sari di RSUD,” ujarnya.

Pasien yang mengalami gejala sedang hingga berat juga tergolong tinggi. Ini membuat kapasitas ruang isolasi RSUD Mimika hampir penuh. Dari 63 tempat tidur yang tersedia, sudah terisi 47. Di shelter dari 70 tempat tidur yang terisi 24.

Melihat tingginya kasus ruang isolasi maupun shelter kemungkinan akan semakin terisi. Pasalnya isolasi mandiri pasien Covid-19 akan diperketat. Yang bisa isolasi mandiri akan dilihat kelayakan rumah seperti sanitasi, sirkulasi udara, kemudian tidak lebih dari satu KK dalam rumah atau tidak terjadi kepadatan. Jika tidak memenuhi syarat maka pasien harus isolasi terpusat baik di wisma atlet maupun MSC.

Mengantisipasi kemungkinan terburuk dalam penanganan pasien, tim kesehatan akan membuat rekayasa pelayanan. Dimana Puskesmas nantinya terpaksa harus menangani pasien Covid-19 yang asimtom atau tidak bergejala.

Juga kerjasama dengan rumah sakit swasta. Jadi pasien yang non Covid-19 atau pasien umum dirujuk ke rumah sakit swasta sementara RSUD difokuskan untuk Covid-19. “Shelter bisa difungsikan. Intinya kita mencoba supaya rumah sakit terutama ruang isolasi baik tekanan negative maupun tekanan normal jangan sampai overload,” paparnya. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *