oleh

Polisi Bubarkan Warga Hendak Demo Tolak Otsus

Aparat Kepolisian Polres Mimika, Rabu (23/9) kemarin membubarkan sekelompok warga yang hendak melakukan aksi demo terkait penolakan Otonomi Khusus (Otsus) jilid II.

Wakapolres Mimika, Kompol I Nyoman Punia, SSos mengatakan, pembubaran ini dilakukan saat warga yang mulai berkumpul di depan gedung Eme Neme Yauware, dan di saat yang sama, aparat gabungan kepolisian, TNI dan OPD melakukan apel bersama untuk pelaksanaan razia masker. Sehingga adanya masyarakat yang berkerumum tersebut, aparat kemudian mendatanginya dan memberikan imbauan agar mengenakan masker. Akan tetapi imbauan itu mendapatkan perlawanan.

Berhubung adanya resistensi dan aksi pelemparan batu ke arah petugas, aparat kepolisian yang dipimpin langsung Wakapolres Mimika, Kompol I Nyoman Punia, SSos kemudian langsung bergerak cepat untuk membubarkan kelompok warga tersebut.

Wakapolres Mimika yang ditemui wartawan mengatakan, saat itu pihaknya sementara melaksanakan kegiatan imbauan kepada masyarakat untuk menggunakan masker. “Namun ada sekelompok masyarakat yang mungkin merasa terganggu dan akan melaksanakan demo, dengan imbauan kita mereka tidak dengar malah mereka lempari anggota dengan batu,” katanya.

“Mereka memang siapkan batu sekitar 100 atau 200, dan memang sengaja mereka mancing-mancing siatuasi Mimika yang sudah kondusif. Setelah kita imbau, akhirnya mereka kembali ke rumah masing-masing,” sambung Wakapolres.

Kompol Punia menjelaskan, pihaknya sempat mengamankan beberapa warga warga untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Ada beberapa masyarakat yang kita amankan untuk mintai keterangan, karena ada barang yang kita curigai dan saat itu mereka buang ke hutan dan tidak dapat. Nanti kita mau cek apakah barang yang mereka buang itu ada kaitan dengan unsur tidak pidana atau tidak. Kalau tidak ada, akan kita lepaskan,” urai Wakapolres.

Menurut Wakapolres, sebelum melakukan aksi demo, sekelompok warga itu sudah sempat melayangkan surat permohonan izin ke pihak Polres Mimika. Akan tetapi pihak kepolisian tidak memberikan izin, dengan alasan situasi pandemi Covid -19 saat ini.

“Suratnya ada mereka ajukan, tapi karena situasi Covid-19 makanya tidak kami izinkan. Dan kami belum mintai keterangan dari korlapnya, karena korlapnya melarikan diri. Yang jelas situasi sudah kembali normal, dan anggota tetap siaga untuk antisipasi jangan sampai ada tindakan yang berdampak pada gangguan kamtibmas,” pungkasnya.

Sementara itu, jumlah warga yang diamankan total berjumlah sembilan orang. (tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *