oleh

Angka Malaria Tinggi, Puskesmas Timika Mulai Sebar Kelambu

TIMIKA – Kasus malaria mulai Januari hingga Juli 2020 yang ditangani oleh Puskesmas Timika sebanyak 3939. Selama tujuh bulan belakangan, jika dirata-ratakan dalam sebulan terjadi penemuan malaria sampai 500 kasus.

Melihat angka kasus malaria yang tinggi ini, Puskesmas Timika mulai melakukan pembagian kelambu anti malaria kepada masyarakat. Mengingat kini sedang mewabahnya Covid-19, maka tenaga kesehatan dari Puskesmas Timika langsung mengunjungi rumah ataupun tempat usaha dari masyarakat yang ada di seputaran Kota Timika. Seperti yang mulai awal pekan ini dilakukan untuk masyarakat di wilayah Kelurahan Koperapoka Distrik Mimika Baru.

Hal itu diungkapkan Kepala Puskesmas Timika, dr Mozes Untung, Rabu (30/9). Dikatakan, jika dilihat dalam segi kunjungan pasien ke Puskesmas menurun. Tetapi dalam segi presentasi meningkat. Yang artinya, dengan turunnya angka kunjungan pasien ke Puskesmas, otomatis angka kasus malaria berkurang. Namun, presentasi jumlah kunjungan terhadap kasus malaria ini meningkat.

“Kalau kita lihat angka malaria itu naik pada bulan-bulan Juli-Agustus ini. Dan tidak memandang rentan usia, rata,” ujarnya.

Untuk itulah Puskesmas Timika kata dr Mozes kini sedang membagi-bagikan kelambu anti malaria yang jumlahnya disesuaikan dengan jumlah penduduk. Puskesmas Timika sebutnya sama seperti Puskesmas lainnya di Kabupaten Mimika, yang kini tengah membagikan kelambu anti malaria.

Agar pembagiannya fokus, maka petugas menyelesaikan pada satu kampung dalam satu kelurahan. Setelah rampung maka akan diteruskan ke kampung-kampung lainnya di kelurahan lain. Pembagian kelambu anti malaria ini baru dilaksanakan lagi setelah kegiatan yang sama dilaksanakan pada tahun 2018 awal. Untuk pemantauannya sendiri dilaksanakan pada pertengahan tahun 2019. Dan untuk tahun ini, akan dilaksanakan pemantauannya pada pertengahan tahun 2021.

Ditambahkan dr Mozes, sementara untuk mendata kasus malaria harus didukung juga dengan pihak terkait. Dimana, wilayah kerja Puskesmas Timika memiliki banyak mitra baik dari klinik swasta ataupun praktek dokter mandiri. Namun sampai saat ini belum terintegrasi laporan malaria sehingga menjadi tugas Puskesmas Timika kedepannya untuk melibatkan pihak-pihak terkait tersebut agar data malaria yang ditangani bisa juga terlapor di Puskesmas, sehingga data jumlah kasus malaria per wilayah bisa tergambarkan.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *