oleh

Puskesmas Timika Jadi Terbaik Kedua di Papua

TIMIKA-Puskesmas Timika berhasil meraih juara 2 dari 20 Puskesmas se Papua di Tahun 2019 dalam penilaian Indeks Keluarga Sehat (IKS). Dengan total nilai IKS 0,298 dari keluarga yang didata sebanyak 4.884 jiwa. Puskesmas Timika mampu unggul dibandingkan dengan Puskesmas Dosay dari Kabupaten Jayapura. Juara ini sendiri baru diumumkan pada September 2020.

Kepala Puskesmas Timika, dr Mozes Untung saat ditemui Radar Timika, Rabu (30/9) mengatakan melalui program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga, ada bagian penilaian IKS yang direkap total penilaianya per Puskesmas.

Disebutkan dr Mozes pendataan dilakukan di tahun 2018. Dari data ini pihaknya melakukan intervensi kepada keluarga-keluarga yang sesuai kategori yakni keluarga sehat, pra sehat dan tidak sehat. Keluarga-keluarga yang tidak sehatlah, yang kemudian kata dr Mozes yang diintervensi secara berkala sampai kemudian nilai indikatornya menjadi ya.

“2019 kemarin datanya kita diperbaharui, dimasukan hasil intervensinya, keluarlah hasil IKS yang kemudian untuk Papua, kami ada diurutan ke dua dari 20 Puskesmas yang memiliki nilai IKS dari yang tinggi,” jelas dr Mozes.

Atas nilai ini, Puskesmas Timika menjadikanya sebagai tantangan ke depan untuk melaksanakan pelayanan kesehatan yang lebih baik. Dengan jumlah keluarga yang didata sampai 4 ribuan ini, keluarga yang masih diintervensi akan bertambah.

Apalagi dengan pandemi covid-19 ini, agar tidak terjadinya kerumunan masyarakat, maka salah satu cara yang paling efektif adalah melalui pendekatan keluarga.

“Pendekatan keluarga menjadi salah satu solusi untuk bagaimana masyarakat atau keluarga yang bermasah kesehatan bisa mendapat akses kesehatan oleh petugas yang langsung melakukan kunjungan ke keluarga, “jelasnya.

Ditambahkanya, adapun hasil penilaian ini terdiri dari 12 indikator yang beberapa diantaranya apakah ibu mengikuti KB, apakah bayi melahirkan di fasilitas kesehatan, apakah bayi mendapatkan asi eksklusif, apakah mendapatkan imunisasi, ditimbang secara rutin, apakah ada anggota keluarga yang merokok, apakah penderita tb minum obat secara standart, apakah penderita hipertensi minum obat secara teratur, apakah ada gangguan jiwa yang ditelantarkan, apakah memiliki kartu JKN, memiliki sumber air bersih dan memiliki jamban. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *