oleh

Satu Korban Penipuan Kembali Laporkan Oknum Kontraktor

Korban Ditipu Rp 60 Juta

TIMIKA-Seorang warga Kampung Tunas Matoa, Distrik Kwamki Narama yang diketahui bernama Tanelas T, kembali melaporkan oknum kontraktor berinisial BS alias Budi ke kantor Pelayanan Polres Mimika. Lantaran oknum kontraktor tersebut, diduga melakukan tindak pidana penipuan terhadap korban.

Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto, SH SIK ketika ditemui Radar Timika, Jumat (2/10) siang di ruang kerjanya mengatakan, korban melaporkan oknum kontraktor BS, lantaran korban merasa telah ditipu oleh BS.

Kasat Reskrim menjelaskan, kasus penipuan itu bermula saat korban Tanelas mendapatkan informasi dari istrinya, bahwa ada bantuan pembangunan dari pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan rumah.

“Jadi korban ini dapat informasi dari istrinya bahwa ada bantuan rumah dari pemerintah pusat. Lalu korban yang pada saat itu ada di Kabupaten Puncak datanglah ke Timika dan bertemu dengan BS itu. Dan pada saat itu korban menyerahkan uang administrasi untuk pembangunan rumahnya sebesar Rp 60 juta,”jelasnya.

Akan tetapi kata AKP Hermanto, bahwa sudah beberapa bulan berjalan, rumah yang dijanjikan akan dibangun oleh BS kepada korban Tanelas itu tidak kunjung ada.

“Sampai sekarang rumah itu belum dibangun, makanya korban ini merasa ditipu oleh BS ini, sehingga dia buatkan laporan polisi,”ucapnya.

Saat ini menurut Kasat Reskrim bahwa pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap oknum kontraktor BS, dan meminta keterangan terhadap korban Tanelas.

“Selama ini kan kita masih cari korban yang memang sudah serahkan uang ke Budi tapi rumahnya belum dibangun, dan ini sudah ada yang melaporkan. Makanya ini akan jadi dasar kita untuk lakukan proses selanjutnya. Kalau memang nanti memenuhi unsure, maka akan kita naikkan statusnya dari saksi jadi tersangka,”ungkap Kasat Reskrim.

Bahkan kata BS sendiri menurut Kasat Reskrim, kemungkinan besar BS tidak mampu melunasi semua utang piutangnya, yang berkaitan dengan pekerjaan pembangunan rumah yang dia janjikan kepada masyarakat.

“Bagaimana dia mau kerja lagi rumah, utangnya banyak sekali dan menurut dia sudah tidak ada dana. Mana lagi utang di salah satu toko bangunan saja Rp 300 juta belum dia lunasi,” ujarnya.

Belum lagi tambah Kasat Reskrim mobil yang muat material, lalu mobil rental yang dia sewa. Kemudian tukang yang belum dia bayar semuanya. Ada lagi korban-korban lain yang sudah serahkan uang tapi rumahnya belum jadi.

“Lagian setelah kita periksa, menurut dia pekerjaan yang dilakukan itu dari dana silang dan kami juga tidak paham soal dana silang itu. Yang jelas apabila ada unsur penipuan, maka kami tetap proses hukum,”urai AKP Hermanto. (tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *