oleh

Bersinergi Hasilkan Data Kependudukan Mimika yang Akurat

TIMIKA – Data kependudukan Mimika masih tersedia dalam beragam versi. Ini menjadi masalah utama dalam pengambilan kebijakan. Untuk itu Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil menginisiasi adanya sinergitas stakeholder untuk menghasilkan data kependudukan yang akurat.

Disdukcapil mengundang para stakeholder mulai dari kepala distrik, Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Sosial untuk mengikuti “Seminar Membangun Sinergitas Mewujudkan Data Kependudukan Yang Akurat dan Multiguna”, yang digelar di Hotel Grand Mozza, Selasa (6/10).

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, SSos MM yang hadir membuka kegiatan mengatakan permasalahan utama dalam setiap pengambilan kebijakan berawal dari kurang akuratnya data kependudukan yang valid. Padahal data sangat diperlukan untuk mendukung proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembangunan agar segala kebijakan pemerintah dapat tepat sasaran dan mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat secara khusus data orang asli Papua.

Untuk itu kata Wabup, diperlukan sinergitas dari setiap stakeholder untuk berkolaborasi mewujudkan data kependudukan yang valid, akurat dan multiguna baik dari BPS, Dukcapil, Dinas Sosial, distrik serta kelurahan dan kampung.

Saat ini jumlah penduduk Kabupaten Mimika pada semester pertama Tahun 2020 yang dirilis oleh Kemendagri, berjumlah 311.211 jiwa. Laki-laki 167.671 jiwa dan perempuan 143.450 jiwa dengan jumlah kepala keluarga 89.620. Sedangkan jumlah orang Papua khususnya Amungme dan Kamoro serta lima suku kekerabatan lainnya berjumlah 112.389 jiwa. laki-laki 59.637 jiwa dan perempuan 52.752 jiwa tersebar di 18 distrik.

Untuk mewujudkan data kependudukan yang akurat, Kepala Disdukcapil Mimika, Slamet Sutejo mendorong seluruh distrik sudah menjalankan pelayanan Paten Dukcapil seperti Distrik Mimika Baru dan Mimika Timur. Dimana setiap distrik yang sudah terjangkau koneksi internet bisa memiliki aplikasi SIAK dan alat perekaman hingga pencetakan.

Sebab dengan adanya sistem itu, maka dengan sendirinya data tervalidasi, terverifikasi melalui Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). “Jadi bukan lagi data manual. Memang semua harus terinput dalam sistem, sehingga kapan saja bisa dibuka dan secara online dibaca sehingga bisa multiguna,” terangnya.

“Mari tanggalkan ego, tapi bersinergi wujudkan data yang valid dan akurat. Sehingga datanya tidak beda, distrik beda, kampung dan instansi beda. Sudah ada Perpres menuju satu data nasional. Kita berharap sensus penduduk maksimal, karena data itu yang akan jadi feedback ke Dukcapil untuk verifikasi. Misalnya perubahan alamat, data itu akan dikembalikan ke Dukcapil dan diturunkan ke masing-masing kabupaten/kota seluruh Indonesia,” tutup Slamet Sutejo.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *