oleh

BPKP Audit Kasus Dugaan Korupsi di Puskesmas Wania Pekan Depan

TIMIKA – Proses penyidikan terhadap kasus dugaan korupsi pada Puskesmas Wania saat ini masih terus berjalan. Di mana tim Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Papua, rencananya akan melakukan audit terhadap dugaan kerugian Negara di kasus tersebut pada pekan depan.

“Kami sudah komunikasi sama ketuanya, mereka sudah siapkan tim untuk minggu depan sudah datang ke Timika. Karena ada check list yang harus kita siapkan juga. Jadi sebenarnya kendalanya bukan dari kami, dan jaksanya pun sudah menunggu dan kami sudah siap semuanya,”ucap Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto, SH SIK kepada Radar Timika, Selasa (6/10) kemarin.

Kata dia, bahwa setelah ekspos kasus tersebut beberapa waktu lalu, ada beberapa dokumen yang harus disiapkan guna keperluan audit BPKP.

“Dokumen yang masih diperlukan itu kayak SK Bendahara, Bendahara JKN pada Puskesmas Wania, lalu dokumen RAK, LPJ. Karena yang disinyalir LPJ tidak ada jadi tunggal dia, dan memang kebiasaan kalau berkaitan dengan tindak pidana korupsi biasanya kan bersama-sama. Misalnya kepalanya, bendaharanya, lalu PPTK,”jelas Kasat Reskrim.

Akan tetapi menurut AKP Hermanto, setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ternyata bendahara pada Puskesmas Wania tidak dilibatkan dalam pembuatan laporan pertanggung jawaban.

“Jadi dana itu diterima langsung oleh Kepala Puskesmas ya sudah, dia kantongi sendiri ke rekening sendiri. Dan setelah kita cek bendaharanya, ternyata pengakuan bendahara tidak dilibatkan untuk pembuatan laporan pertanggung jawab terkait dana tersebut,”urainya.

Untuk diketahui, bahwa dana BOK tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) non fisik, tahun anggaran 2019. Dan dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), yang diperuntukkan, untuk BPJS Kesehatan di mana kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 500 juta. (tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *