oleh

Diduga Kecapekan, Jenazah Beni Ditemukan di Kebun

TIMIKA – Kepolisian Resor Mimika mengonfimasi adanya penemuan jenazah di Jalan Hasanuddin ujung tepatnya dalam sebuah kebun, pada Selasa (6/10) siang. Jenazah tersebut ialah seorang lelaki atas nama Beni Way berumur 51 tahun.

KBO Samapta Polres Mimika, Iptu Rannu yang dikonfirmasi menjelaskan, laporan mengenai ditemukannya jenazah Beni diterima pada pukul 13 siang. Pihaknya langsung menerjunkan personel dan tim inafis untuk melakukan pengecekan.

Saat tiba di TKP, ia membenarkan adanya jenazah yang ditemukan dalam keadaan telengkup. Selain jenazah, ia menyebutkan adanya sebilah parang tanpa sarungnya yang tertancap di tanah di sebelah kiri korban. Di sebelah kanan jenazah juga ditemukan sebuah senter.

“Jenazah sendiri ditemukan menggunakan sepatu yang diperkirakan sebagai alat yang biasanya digunakan orang ketika hendak berkebun,” ujarnya.

Secara fisik, dijelaskan, tidak ada tanda-tanda luka di tubuh jenazah. Jenazah kemudian dilarikan ke RSUD Mimika untuk dilakukan pemeriksaan luar.

“Jadi kesimpulan jelasnya nanti akan menunggu hasil pemeriksaan dari RSUD Mimika,” ungkapnya.

“Di sekitar TKP pun bersih. Sarung parangnya ada di pinggangnya dan parangnya sudah menancap di tanah. Tidak ada darah juga,” sambung Iptu Rannu.

Kondisi jenazah saat ditemukan juga disebutnya di bagian muka nampak memerah. Hal itu dinilainya kemungkinan terjadi dikarenakan kondisi jenazah dalam keadaan telengkup, sehingga darahnya menumpuk di wajah. “Mungkin sudah beberapa jam telengkup sehingga dia lebam. Tapi tidak ada lukanya,” jelasnya.

Ia mengatakan, pihaknya memperkirakan jenazah Beni sebelumnya kelelahan. Sebab di dekat korban, ditemukan lubang dan kakinya ada disitu dan diperkirakan jenazah Beni jatuh.

“Mungkin karena capek dan sudah tua, korban langsung telengkup ketika kakinya masuk dan mukanya membentur tanah, dan tidak bisa mengembalikan posisi berdiri korban,” terangnya.

Iptu Rannu juga membenarkan adanya informasi dari keluarga Beni, bahwa almarhum sempat keluar pada malam hari sekitar jam dua dini hari. Ia keluar dengan menggunakan perlengkapan berkebun. “Tapi katanya almarhum tidak mau kasih tahu dia kemana, pas anaknya bertanya,” katanya.

Di sisi lain, pihaknya juga menerima informasi bahwa almarhum Beni disebut mempunyai beberapa permasalahan, dengan beberapa pihak dalam hal tanah di tempat tersebut.

“Tadi keluarganya menyampaikan seharusnya hari ini ada pertemuan di Keuskupan. Saya tidak tahu pertemuan apa. Kemungkinan terkait tanah karena kita dengar beliau ini banyak bersengketa, tapi kan terlalu dini kita mau berbicara tentang itu. Kalau jenazahnya ada tanda kekerasan, mungkin itu bisa dilihat,” tutup Iptu Rannu. (dcx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *