oleh

Karyawan PT Dolarosa Meninggal di Nduga, Jadi Korban Tembak KKSB

TIMIKA – Konflik bersenjata di Kabupaten Nduga kembali memakan korban. Satu orang korban bernama Yulius Wetipo, menjadi korban kontak tembak yang terjadi di sekitar Pasar Baru Kenyam.

Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Kolonel Czi I Gusti Nyoman Suriastawa, membenarkan adanya warga sipil yang tertembak oleh KKSB saat kontak terjadi di tempat kejadian. Dimana korban Yulius diketahui adalah seorang karyawan PT Dolarosa yang hendak masuk kantor.

Dijelaskan melalui rilis ke sejumlah media, kejadian itu terjadi pada sekitar pukul 07.14 WIT pagi. Dimana pada saat itu, Pos TNI di Pasar Baru Distrik Kenyam Kabupaten Nduga mendapat gangguan dari kelompok KKSB di wilayah tersebut. Disebutkan, adanya tembakan KKSB dari arah sungai depan Camp PT Dolarosa sebanyak tiga kali.

Pada saat itu, korban dengan menggunakan sepeda motor tiba-tiba melintas. Ia diperkirakan hendak menuju Camp PT Dolarosa untuk masuk kerja. “Korban sudah diingatkan untuk berbalik arah. Karena sedang ada gangguan tembakan dari KKSB, namun korban tetap melanjutkan perjalanan,” tulis Kolonel Suriastawa.

Saat gangguan kembali terjadi dengan lima bunyi tembakan, barulah korban berniat kembali memutar arah. Namun saat itu, korban terkena tembakan dan kemudian jatuh dari kendaraannya.

“Komandan Pos TNI di situ kemudian menyarikan ambulance untuk mengevakuasi korban,” ujarnya.

Ketika diperkirakan tembakan dari arah KKSB berhenti, personel TNI yang berada di tempat kejadian tidak melakukan pembalasan tembakan. Hal itu dikarenakan sumber tembakan yang diperkirakan tidak menentu arahnya.

“Setelah itu korban baru diantarkan ke Puskesmas pasar baru Kenyam, karena saat itu pihak kami juga menunggu evakuasi korban ke Timika,” jelasnya.

Korban dievakuasi ke Puskesmas Kenyam sekitar pukul 11.19 dan baru dapat dievakuasi ke Timika beberapa menit kemudian menggunakan pesawat air fast menuju RSMM Timika. Tiga rekan korban juga diikutsertakan untuk mendampingi korban termasuk satu petugas kesehatan dari Kabupaten Nduga. Yulius terkena tembakan dari arah dada kiri yang tembus ke punggung kanan.

Menurut Kolonel Suriastawa, kejadian ini mengenaskan, sebab di sisi lain pemerintah sedang membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang akan bekerja untuk mengungkap sejumlah kasus penembakan di Kabupaten Intan Jaya.

Disisi lain ia juga menyebut, sehari sebelumnya, kantor Kodim Persiapan Kabupaten Intan Jaya juga sedang disiapkan untuk dibangun. Namun untungnya tak ada korban luka maupun meninggal.

“Baru kemarin ada kejadian dan hari ini ada lagi,” tutupnya.(dcx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *