oleh

Tekan Kasus Stunting, Kampung Nawaripi Mulai Lakukan Pendataan

TIMIKA – Pemerintah Kampung Nawaripi Distrik Wania mulai melakukan pendataan bagi anak usia 0 sampai 6 tahun di wilayah tersebut. Kegiatan itu dilakukan, untuk menekan meningkatnya jumlah penderita stunting. Sejumlah kader Posyandu di wilayah itu sejak Rabu (7/10) mulai melakukan pendataan di setiap RT.

Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun kepada DI’s Way Radar Timika usai acara pelepasan kader Posyandu di halaman Kantor Perpustakaan Nawaripi, Rabu (7/10), mengatakan untuk menekan meningkatnya jumlah penderita stunting, maka pihaknya mulai melakukan pendataan.

“Hari ini kader Posyandu kita akan mulai melakukan pendataan ke rumah-rumah warga yang ada di Nawaripi ini,” ungkapnya.

Kata dia, kader yang terlibat dalam kegiatan tersebut berjumlah 30 orang, yang kemudian akan dibagi per kelompok ke dalam lima kelompok untuk mempermudah melakukan pendataan di 18 RT yang ada di Kampung Nawaripi.

“Jadi ini merupakan langkah awal, yaitu pendataan. Dari sini nantinya akan dilihat berapa banyak yang memang berhak untuk menerima manfaat terkait penanganan stunting ini,” ucapnya.

Ia menerangkan, penanganan stunting ini memang menjadi atensi pemerintah pusat. Bahkan dalam Dana Desa (DD) yang tersalurkan ke kampung-kampung di situ juga ada diperuntukkan bagi penanganan stunting.

“Jadi penanganan stunting ini anggaran jelas, kita di Nawaripi saja mengalokasikan Rp 50 juta untuk penanganan stunting. Semuanya ada di dalam situ, termasuk honor untuk anggota kader juga” tegasnya.

Ia menuturkan, kegiatan pendataan tersebut akan dilaksanakan selama tiga hari. Dirinya meminta agar masyarakat kooperatif untuk memberikan data, agar mempermudah petugas dalam melakukan pendataan.

“Kami harap partisipasi dari masyarakat untuk mendukung kader-kader Posyandu dalam melakukan pendataan,” tukasnya.(itz)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *