oleh

Pameran Budaya Daerah Resmi Ditutup

TIMIKA – Setelah digelar selama tiga hari di Gedung Tongkonan sejak Selasa (6/10), Pameran Budaya Daerah yang digelar Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) akhirnya ditutup Kamis (8/10) kemarin.

Kegiatan yang diikuti 10 sanggar itu, ditutup oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Yulianus Sasarari didampingi Kepala Disparbudpora, Bernadinus Songbes serta Sekretaris Disparbudpora, Sriyanti Ramping, SSTP MSi.

Yulianus Sasarari dalam arahannya, mengatakan pameran budaya merupakan kegiatan yang sangat strategis, mengingat Mimika memiliki kekayaan budaya bernilai keraifan lokal yang luhur serta memiliki ekspresi kebudayaan yang otentik dan beberapa merupakan hasil akulturasi.

Dengan melibatkan sanggar masyarakat di Mimika kata Sasarari, merupakan wujud bagaimana Pemda Mimika melibatkan masyarakat dalam mengembangkan, mempertahankan dan mempromosikan budaya daerah.

Pameran kata Sasarari, memberi peluang bagi setiap sanggar untuk tampil tidak hanya di tingkat daerah, tapi nasional bahkan internasional sebagai usaha meningkatkan mutu dan kreativitas seni yang dimiliki. Juga sebagai ajang dalam menyongsong kegiatan Pesparawi dan PON Tahun 2021.

Kepala Disparbudpora Mimika, Bernadinus Songbes menambahkan, beberapa waktu lalu digelar pelatihan dengan melibatkan sanggar yang sama. Sehingga pameran ini menjadi ajang bagi para pengrajin untuk memamerkan hasil karyanya.

“Kita lihat untuk pengembangan menjelang kalau memang Pesparawi dan PON bisa jadi, berarti kita punya aset sudah bisa tahu bahwa dari sanggar bisa rekrut mereka,” katanya.

Melihat potensi yang cukup besar, Disparbudpora berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan lewat pelatihan. Tapi juga kata Songbes, jika memungkinkan ada pembinaan berupa pemberian dana stimulan agar sanggar bisa lebih berkembang. Terutama dalam menghadapi PON dan Pesparawi agar sanggar bisa lebih siap.

Saat ini di Mimika berdasarkan catatan Disparbudpora ada 16 sanggar tapi beberapa diantaranya tidak aktif.

“Cukup banyak sanggar yang kita bina dan dilatih. yang terdaftar ada 16 sanggar, tapi ada yang tidak aktif,” tandasnya.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *