oleh

Anggota TGPF Korban Penembakan Dievakuasi ke Jakarta

TIMIKA – Satu anggota Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF), Bambang Purwako yang mengalami luka tembak di Kabupaten Intan Jaya oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Sabtu (10/10) lalu, telah dievakuasi ke Jakarta untuk mendapatkan perawatan yang intensif.

Kepala Penerangan Kogabwilhan III, Kolonel Czi I Gusti Nyoman Suriastawa dalam rilisnya Sabtu lalu menyebutkan, Wakil Wakil Ketua TGPF, Sugeng Purnomo, yang juga Deputi bidang Hukum dan HAM Kemenko Polhukam menyampaikan, bahwa Bambang Purwako bersama satu anggota TNI, Serti Faisal Akbar yang mengalami luka tembak dievakuasi ke Jakarta untuk perawatan medis lebih lanjut.

“Pagi ini (Sabtu-red), anggota TGPF dan anggota TNI yang terluka dalam penyerangan kemarin (Hari Jumat) sore, telah kami evakuasi ke Jakarta untuk perawatan pengobatan lebih lanjut,” ujar Wakil Ketua TGPF.

Menurutnya, bahwa korban dievakuasi dari Kabupaten Intan Jaya ke Kabupaten Mimika pada Hari Sabtu sekitar pukul 07.00 WIT, dengan menggunakan Helicopter Caracal milik TNI AU.

“Kemudian pada pukul 08.22 WIT dengan pesawat TNI AU menuju Jakarta dengan rute Timika ke Makassar dan ke Jakarta,”ungkap Sugeng.

Selanjutnya Sugeng juga menekankan, bahwa saat ini prioritas Tim TGPF yang dibentuk oleh Menko Polhukam ini adalah, evakuasi untuk keselamatan dan perawatan yang telah berjalan aman dan lancar.

“Tim sedang mengevaluasi seluruh kegiatan yang berjalan, dan terutama mempertimbangkan faktor keamanan dan keselamatan. Tentunya tanpa mengurangi misi memperoleh informasi yang terang tentang kasus ini,”jelas Wakil Ketua TGPF .

Sementara itu dalam rilis yang sama juga, Ketua  TGPF Intan Jaya, Benny J Mamoto menegaskan, bahwa tim yang dibentuk oleh Menko Polhukam untuk mengungkap sejumlah peristiwa penembakan di Intan Jaya bulan September lalu, tidak gentar dengan peristiwa penembakan terhadap mereka di Mamba Bawah, Distrik Sugapa, Papua, Jumat (9/10) lalu.

“Kami di TGPF sama sekali tidak gentar karena peristiwa penembakan kemarin (Jumat) yang menyebabkan salah satu anggota tim, pak Bambang Purwoko tertembak. Kami terus bekerja untuk menuntaskan tugas yang diberikan oleh pemerintah kepada tim ini,”tegas Benny.

Selain itu Benny juga menambahkan, saat ini tim masih berada di Sugapa dan sedang melanjutkan investigasi, dengan memeriksa sejumlah saksi, termasuk beberapa orang yang  dijadwalkan pemeriksaan  ulang.

Di mana pemeriksaan ini sebagai lanjutan, atas wawancara terhadap sejumlah saksi di lokasi penembakan Pdt Yeremias Zambani di Hitadipa.

“Para saksi menceritakan apa yang dilihat dan didengar di lokasi dan sekitar lokasi saat peristiwa penembakan itu terjadi. Sementara tim yang berada di Jayapura hari ini, juga melanjutkan tugas dengan bertemu sejumlah pihak, termasuk tokoh gereja. Mohon doanya agar rencana-rencana selanjutnya berjalan lancar, hingga kami menyelesaikan tugas ini dengan baik,”ungkapnya.

Kemudian ia juga menegaskan bahwa, seluruh anggota TGPF yang bertugas di Kabupaten Intan Jaya diharuskan menggunakan rompi dan helm anti peluru. Tujuannya, untuk memastikan agar semua anggota tim selamat dari serangan yang bisa mengancam jiwa mereka.

“Kami menggunakan rompi dan helm anti peluru karena ini daerah berbahaya. Kita tidak pernah tahu kapan dan dari mana serangan akan datang, dan itu sudah menjadi SOP di daerah konflik seperti ini. Kalau tim ini bagian dari kombatan, buktinya yang tertembak adalah adalah Pak Bambang, anggota TGPF yang adalah warga sipil, dosen dan peneliti dari UGM Yogyakarta,”papar Ketua TGPF.

Selama berada di Kabupaten Intan Jaya, anggota TGPF di jaga secara ketat, untuk menghindari berbagai kemungkinan yang bisa mengancam keselamatan jiwa mereka.

Sementara itu Kapolda Papua, Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw yang ditemui wartawan, Sabtu lalu di Bandara Mozes Kilangin mengatakan, bahwa KKB saat ini masih berada di Kabupaten Intan Jaya.

“Kelompok kriminal bersenjata itu ada di situ (Kabupaten Intan Jaya red), dan pastinya mereka tetap melakukan kekerasan yang terakhir Jumat itu menimpah TGPF. Mungkin ada yang berpikir itu upaya berbagai pihak atau rekayasa, saya tegaskan itu nyata dan nyawa taruhannya. Sehingga ini akan jadi bahan evaluasi kami bersama Pangdam, kami akan bahas ini bersama satuan tugas yang ada disini (Mimika red),”jelas Kapolda. (tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *