oleh

6 Fraksi Setuju Pengesahan Perda dengan Catatan untuk Pemda Mimika

TIMIKA – Enam Fraksi DPRD Kabupaten Mimika yakni Fraksi Golkar, Fraksi NasDem, Fraksi PDIP, Fraksi Gerindra, Fraksi PKB dan Fraksi Mimika Bangkit, memberikan persetujuan atas pengesahan dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Non APBD Tahun 2020, Selasa (13/10) di Ruang Rapat Paripurna.

Walaupun menyetujui Raperda tentang penyertaan modal Pemda Mimika kepada PT Papua Disvestasi Mandiri dan PT Mimika Abadi Sejahtera, namun 4 Fraksi memberikan catatan penting kepada Pemda Mimika yang harus diperhatikan dan dilaksanakan seiring pelaksanaan Perda tersebut nantinya.

Hal itu terungkap dalam pandangan akhir Fraksi Golkar disampaikan oleh Merry Pongutan. Disebutkan, soal Raperda dalam jawaban Pemda sangat jelas apa yang menjadi maksud dan tujuan pemerintah. Sehingga fraksi Golkar menerima Raperda menjadi Perda dengan catatan, Pemerintah memperhatikan langsung dampak operasional pertambahan di daerah pesisir dan pegunungan, memastikan Perseroda tidak memonopoli usaha dan perdagangan, sumber pendapatan dipastikan berdampak bagi masyarakat, segera mengurus pembentukan direksi dan komisaris untuk menjalankan Perseroda ini.

Fraksi kedua yakni Fraksi Nasdem yang disampaikan Daud Bunga, yakni penyertaan modal ini adalah salah satu peluang untuk mendapatkan keuntungan (deviden) dari pengelolaan saham. Fraksi Nasdem mengusulkan pengelolaan aset daerah baik yang bergerak maupun tidak bergerak, tambang (tailing), air minum (PDAM), kehutanan dan kelautan maka penyertaan modal sebagai investasi daerah perlu dikelola secara tranparan dan akuntabilitas berdasarkan prinsip ekonomi.

Fraksi PDIP oleh Tobias Maturbongs menyebutkan, penyertaan modal ini hal yang urgent guna memberikan landasan hukum yang jelas. Kabupaten Mimika sudah selayaknya tidak bergantung pada pajak sebagai sumber PAD, maka Badan Usaha Milik Daerah sebagai salah satu sumber untuk menghasilkan PAD. Langkah pemerintah untuk mengoptimalkan Perseroda melalui penyertaan modal usaha adalah langkah yang tepat untuk meningkatkan PAD yang signifikan, ekspansi melalui penyertaan modal kepada PT Papua Disvestasi Mandiri adalah merupakan langkah yang baik dalam mendapat PAD.

Ditegaskan bahwa hasil penyertaan modal ini wajib untuk kesejahteraan masyarakat Amor. PDIP menyetujui Raperda tentang penyertaan modal kepada dua Perseroda untuk ditetapkan sebagai Perda.

Fraksi Gerindra disampaikan oleh M Nurman S Karupukaro, mengingatkan Pemerintah untuk pengelolaan saham 7 persen untuk masyarakat Amor dalam pembangunan seperti membuat program bantuan langsung non tunai.

Terhadap pembentukan direksi PT Papua Disvestasi Mandiri, harus memprioritaskan anak daerah. Hindari rekrutmen komisaris dan direktur yang KKN yang akan menyebabkan kebangkrutan perusahaan tersebut. Mencari keuntungan untuk kemajuan masyarakat, harus menjadi market bagi masyarakat lokal untuk dijual keluar kabupaten Mimika. Maka, Fraksi Gerindra mengusulkan Raperda ini ditetapkan menjadi Perda selanjutnya bisa diregistrasi oleh Kementerian Hukum dan HAM.

Fraksi PKB disampaikan Saleh Al Hamid, menerima jawaban pemerintah. Fraksi PKB punya harapan besar kepada dua Perda ini untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakat khususnya masyarakat Amor dan yang terdampak langsung dengan pengelolaan tambang. Alangkah lebih baiknya ada keterlibatan legislatif untuk ikut memantau pelaksanaan Perda ini agar tidak disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Fraksi terakhir yakni Fraksi Mimika Bangkit disampaikan Reddy Wijaya. Fraksi Mimika Bangkit memandang pembentukan Perda untuk pembentukan Perusda ini untuk memajukan kesejahteraan rakyat, maka keberadaanya sangat penting yang akan meningkatkan PAD. Berharap dengan ditetapkannya Perda ini memberikan dampak yang positif untuk bidang usaha. Di lain pihak dengan adanya Perda ini masyarakat akan mendapat kepastian hukum bagi pengelolaan saham. Dengan hadirnya Perda ini harapkan pemerintah dapat langsung melaksanakan langkah konkret untuk ditindaklanjuti. Fraksi Mimika Bangkit menyetujui Raperda ini menjadi Perda.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *