oleh

Disnaker Perindag Puncak Jual Sayur dan Buah Organik di Timika

TIMIKA – Mewujudkan visi misi Bupati Puncak, Willem Wandik, SE MSi dan Wakil Bupati, Pelinus Balinal dalam meningkatkan perekonomian masyarakat yang mayoritas adalah petani, Pemerintah Kabupaten Puncak melalui Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Perdagangan terus menjalankan program penjualan sayur dan buah hasil pertanian Puncak.

Dengan menggunakan dana yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Tahun Anggaran 2020, Disnaker Perindag bekerjasama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Puncak Papua Mandiri, memfasilitasi penjualan sayur dan buah di Timika. Toko penjualan berada di Jalan Hasanuddin pada ruko yang berhadapan tepat dengan Bank Mandiri Cabang Hasanuddin.

Kepala Disnaker Perindag Puncak, Naftali Akawal, SE kepada Radar Timika pada Jumat (16/10) lalu mengatakan, Kabupaten Puncak memiliki potensi di bidang perkebunan sayur dan buah organik. Hanya saja selama ini petani sangat terkendala dalam menjual hasil kebun.

Untuk itu Pemda Puncak sejak Tahun 2015 lalu atau sejak periode pertama kepemimpinan Bupati Willem Wandik sudah menjalankan program penjualan sayur dan buah hasil kebun petani Puncak hingga memasuki periode kedua. “Tujuannya untuk mendorong ekonomi kerakyatan, supaya bisa meningkatkan ekonomi masyarakat Puncak,” ujar Naftali.

Naftali menjelaskan, Disnaker Perindag membeli hasil kebun petani kemudian mengangkut dengan pesawat dari Puncak ke Timika. Pengiriman dilakukan tiga kali dalam seminggu. Satu kali pengiriman bisa mencapai 2-3 ton.

Jenis sayur dan buah yang dijual diantaranya adalah kol, wortel, daun bawang, petatas atau ubi jalar, labu siam, buah markisa, alpukat, jeruk dan terong belanda. Semuanya dijamin tidak menggunakan pupuk kimia atau organik.

Naftali mengajak warga Timika membeli agar turut membantu masyarakat Puncak. Harga jual kepada konsumen dari Timika dipastikan terjangkau bahkan lebih murah dari harga pasar. Selain sehat karena organik, juga murah dan bisa membantu masyarakat.

Tujuan dari program ini dikatakan Naftali, untuk mendorong masyarakat lebih giat lagi bercocok tanam sehingga pada akhirnya bisa memberikan nilai tambah dalam meningkatkan ekonomi keluarga.

Pemda Puncak juga sedang berupaya membangun kerjasama dengan PT Freeport Indonesia melalui PT Pangan Sari Utama (PSU), namun sampai saat ini belum ada jawaban. Tidak hanya itu, beberapa supermarket dan hotel di Timika juga sedang dijajaki untuk bisa bekerjasama menjual dan menggunakan hasil kebun petani Puncak. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *