oleh

Dampak Covid-19, 3.228 Karyawan Dirumahkan

TIMIKA – Pandemi Covid-19 mengakibatkan perekonomian terpuruk. Dampaknya juga sangat dirasakan oleh para pekerja. Berdasarkan catatan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Mimika, ada 3.228 karyawan yang dirumahkan selama pandemi Covid-19.

Kepala Disnakertrans Mimika, Paulus Yanengga yang ditemui di ruang kerjanya, Senin (19/10) kemarin mengatakan ada 59 perusahaan yang melapor melakukan pengurangan tenaga kerja sebagai dampak Covid-19. Mulai dari PT Freeport Indonesia serta kontraktor dan privatisasinya, tapi juga perusahaan di Kota Timika yang tidak terkait dengan PTFI.

Total ada 3.228 yang dirumahkan. Paulus menegaskan, itu bukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tapi untuk sementara dirumahkan. Karena status dirumahkan, maka hak berupa gaji pokok masih dibayarkan meski belum aktif bekerja.

Jumlah pekerja yang dirumahkan diakui Paulus cukup tinggi. Alasan perusahaan merumahkan karyawan karena memiliki penyakit bawaan sehingga rentan terpapar Covid-19 sehingga diminta untuk cuti.

“Ada yang punya penyakit bawaan kemudian cuti, sakit tidak sembuh, belum bisa datang itu dikategorikan dirumahkan. Jadi sampai sekarang belum kembali bekerja. Itu juga termasuk kena dampak karena terima gaji pokoknya saja,” jelasnya.

Bukan hanya yang cuti, beberapa karyawan yang turun dari Tembagapura setelah akses dibuka karena adanya tuntutan beberapa waktu lalu, ada yang belum dipanggil untuk kembali bekerja. Namun ada kemungkinan, apakah memang tidak dipanggil atau karyawan yang tidak tahu bahwa ia sudah dipanggil. Ini juga masuk dalam kategori dirumahkan.

“Memang banyak yang cuti tapi tidak dipanggil, jadi masuk kategori dirumahkan,” kata Paulus.

Disnakertrans Mimika berencana turun ke perusahaan untuk memantau apakah pekerja yang dirumahkan sudah dipanggil untuk kembali bekerja atau belum. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *