oleh

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Penikaman Anggota Brimob

TIMIKA – Proses penyelidikan terhadap kasus penikaman anggota Brimob Batalyon B Pelopor Sat Brimobda Polda, Bharatu John Ricard Wally masih terus dilakukan Polres Mimika.

Hal itu dikatakan Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto, SH SIK yang ditemui Radar Timika, Selasa (20/10) kemarin di ruang kerjanya.

Lebih lanjut menurut Kasat Reskrim bahwa terkait kasus tersebut, pihaknya sudah memeriksa sekitar empat orang, yang pada saat kejadian berada di lokasi kejadian.

“Kami sudah periksa empat orang yang ada di TKP. Kelompok itu ada delapan orang, lalu dari depalan orang itu yang kita duga bukan yang melakukan (Penikaman red) kepada korban. Tapi muncul lagi yang saat ini kita curigai, karena pengakuan salah satu dari empat orang itu bahwa orang yang kita curigai ini saat mereka kumpul dia yang membawa sajam,”jelasnya.

Untuk yang diduga sebagai pelaku, dalam kasus penikaman anggota Brimob itu, kata Kasat berinisial FD.

“Jadi masih kita lidik, tapi identitas pelakunya sudah kita kantongi. Kita terus lakukan pencarian terhadap pelaku FD. Karena pengakuan dari beberapa saksi, bahwa saat itu pelaku itu berboncengan dengan rekannya berinisial TH untuk mengejar korban, dan yang sajam pada saat itu adalah pelaku FD itu,”urai AKP Hermanto.

Sementara untuk kondisi korban sendiri menurut Kasat Reskrim, bahwa saat ini kondisinya mulai pulih namun masih menjalani perawatan medis di RSUD Mimika.

Untuk diketahui, Bharatu John Ricard Wally, Minggu (18/10) sekitar pukul 03.30 dini hari, menjadi korban penikaman oleh orang tak dikenal di Jalan Yos Sudarso, tepatnya di seputaran Lapangan Jayanti.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka akibat terkena senjata tajam pada punggung bagian belakang sebelah kanan, dan harus mendapatkan perawatan medis di RSUD Mimika.

Kejadian bermula saat terjadi keributan di sekitar lokasi kejadian, kemudian korban pada saat itu mencoba untuk melerai, akan tetapi dia kemudian jadi korban penikaman. (tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *