oleh

Keluarga Korban Kecewa Hasil Gelar Perkara

TIMIKA – Pihak keluarga almarhumah Florida Letsoin merasa kecewa terhadap hasil gelar perkara yang dilakukan penyidik Satreskrim Polres Mimika, Kamis (22/10) di Kantor Pelayanan Polres Mimika, yang menghadirkan keluarga korban.

Penasihat Hukum (PH), Valentinus Ulahayanan, SH yang ditemui wartawan kemarin di kantor Pelayanan Polres Mimika, mengatakan keluarga korban tidak merasa puas dengan hasil gelar perkara terkait kasus kematian Florida Letsoin.

“Kami penasihat hukum dan keluarga tidak merasa puas, sehingga penyidik tanyakan kepada kami tapi kami sampaikan kami pikir-pikir dulu. Dan menurut penyidik bahwa harus punya dua alat bukti untuk tersangkakan seseorang. Makanya kami pikir-pikir dan kami tetap akan lakukan upaya lain. Kalau nanti kami punya bukti-bukti lain maka akan kami laporkan ulang lagi,” jelasnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, PH, Yosep Temorubun, SH juga mengungkapkan bahwa hasil gelar perkara yang digunakan penyidik dalam kasus tersebut yakni, penyidik berpatokan pada Pasal 351 Ayat (3) dan Pasal 338 KUHPidana.

“Hasil kajian kami bahwa seharusnya penyidik menggunakan undang-undang tentang penghapusan kekesaran dalam rumah tangga. Karena korban dan saksi (SR, red) merupakan suami istri yang sah, dan menikah melalui catatan sipil, maka harusnya pakai undang-undang tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga untuk menjadikan dia sebagai tersangka. Jadi kami memang agak tidak puas menerima hasil gelar perkara ini,” tegasnya.

Sehingga Yosep menambahkan bahwa pihaknya nanti juga akan tetap mencoba untuk mencari bukti-bukti baru terkait kasus tersebut dengan akan menghadirkan seorang saksi, untuk membuktikan bahwa kasus tersebut bisa diangkat kembali.

“Hasil gelar perkara, penyidik sampaikan bahwa penerapan pasal itu masih elastis, artinya masih ada kemungkinan penerapan pasal lain kepada yang bersangkutan (SR, red). Jadi walaupun sementara ini dihentikan, tapi kalau misalnya nanti ada bukti-bukti kuat maka kami akan laporkan lagi,” ungkapnya.

Sementara itu Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto, SH SIK menjelaskan bahwa hasil gelar perkara untuk kasus dugaan gantung diri dengan korban istri Lurah Kamoro Jaya itu dihentikan.

“Gelar perkara TKP gantung diri, kita sepakat untuk dihentikan karena belum masuknya unsur-unsur Pasal 351. Sesuai dengan keterangan ahli dari dokter rumah sakit, memberikan kesimpulan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan. Kemudian hasil autopsi, kesimpulan dari dokter forensik bahwa belum ditemukannya juga yang menjurus kepada dibunuh. Forensik menjelaskan bahwa ada tanda jelas jerat tali, dan mati lemas. Dimana mati lemas artinya tidak tersalurkannya pernapasan yang harus dikeluarkan. Jadi unsur Pasal 351 dan 338 juga belum terpenuhi,” urai Kasat Reskrim.

Meski demikian kata AKP Hermanto, bahwa apabila nanti di kemudian hari ditemukan bukti-bukti yang baru, maka kasus tersebut bisa diangkat kembali.

“Kita sudah sampaikan juga ke penasihat hukum dan keluarga korban. Jadi kalau keluarga ada bukti baru lagi, silahkan tunjukkan ke kami nanti kami akan buka lagi kasusnya,” paparnya.

Seperti diketahui, Florida Letsoin yang merupakan istri dari Lurah Kamoro Jaya berinisial SR itu, meninggal dunia diduga gantung diri di belakang rumahnya di Kelurahan Kamoro Jaya, SP 1 pada Senin (28/8) lalu.

Polisi yang mendapatkan informasi tersebut langsung mendatangi TKP. Korban sendiri sempat dilarikan ke RSUD Mimika, namun nyawanya tidak tertolong. Dari TKP, polisi mengamankan seutas tali tambang berukuran 210 cm yang diduga digunakan untuk mengakhiri hidupnya.

Keluarga korban yang tidak terima dengan kematian korban, lalu mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) di kantor Pelayanan Polres Mimika guna melaporkan suami korban berinisial SR, atas tuduhan diduga melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap Florida Letsoin.

Dan atas permintaan keluarga korban untuk dilakukan autopsi, maka pada Senin (14/9) lalu tim dokter forensik Polri bersama penyidik Polres Mimika kemudian melakukan autopsi terhadap jenazah Florida Letsoin.(tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *