oleh

Distrik Mikteng Gelar Musyawarah DTKS di Setiap Kampung

TIMIKA – Pemerintahan Distrik Mimika Tengah (Mikteng) melakukan Musyawarah Kampung se-Distrik Mikteng, dalam rangka penyusunan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) wilayah Distrik Mikteng tahun 2020. Dalam kegiatan tersebut, mengusung tema “Mimika Tengah Dalam Satu Data”. Kegiatan musyawarah tersebut secara resmi dibuka oleh Kadistrik Mikteng, Samuel Yogi di balai Kampung Keakwa, Minggu (25/10).

Kadistrik Samuel Yogi kepada Radar Timika di Keakwa usai kegiatan, mengatakan dilaksanakannya kegiatan tersebut untuk menertibkan Administrasi Kependudukan (Adminduk) bagi masyarakat di Distrik Mikteng.

Kata dia, penertiban Adminduk menjadi program prioritas pihaknya, agar ada validasi data bagi masyarakat di lima kampung di Distrik Mikteng. Sehingga kedepannya bisa mempermudah masyarakat apabila mengurus sesuatu dan lain hal yang memerlukan Adminduk.

“Jadi kami mau semua warga di Mikteng terdata. Karena selama ini ketika ada bantuan baik dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, banyak yang komplain. Dan sebenarnya mereka ini ada yang tidak terdata karena tidak memiliki KTP atau administrasi kependudukan lainnya,” ungkapnya.

Ia menuturkan, musyawarah tersebut tidak dilakukan di satu tempat. Tetapi distrik berinisiatif untuk melakukan masyawarah di setiap kampung, dengan mendatangi lima kampung yang ada secara bergilir.

“Kami lakukan musyawarah ini di setiap kampung, biar masyarakat di kampung tersebut bisa mengetahui pentingnya memiliki data kependudukan yang jelas,” sebutnya.

Ia menegaskan untuk mendukung itu bahkan kedepannya akan ada tim dari distrik untuk kembali melakukan pendataan warga. Dan kepala kampung diminta kooperatif untuk memberikan data warganya, begitupun dengan warga itu sendiri apabila belum memilik KTP maupun Adminduk lainnya agar wajib melapor kepada kepala kampung setempat.

“Karena memang belakangan ini masyarakat komplain. Tetapi ketika dimintai KTP maupun KK, sebenarnya mereka belum memiliki itu,” ucapnya.

Selain itu lanjutnya, dalam kesempatan itu pihaknya juga turut menyerahkan monografi kampung yang langsung diserahkan kepada setiap kepala Kampung, untuk dilakukan pengisian yang nantinya dapat mewujudkan Mikteng dalam satu data.(itz)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *