oleh

Instansi dan Kantor Harus Bentuk Pokja Covid-19

TIMIKA – Instansi dan kantor-kantor, baik di lingkup Pemda Mimika maupun swasta, harus membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Covid-19. Hal ini diharapkan Dinas Kesehatan, karena pembentukan Pokja Covid-19 ternyata belum banyak dilaksanakan oleh instansi dan kantor-kantor baik di lingkup Pemda Mimika maupun swasta.

Di kantor-kantor pemerintahan bahkan masih bisa dilihat ada aktivitas para pegawai yang melakukan kegiatan makan-makan bersama dan mengabaikan protokol kesehatan. Dengan kurang menerapkan protokol kesehatan inilah, maka jika ada dikonfirmasi satu pegawai positif Covid-19 maka pegawai yang lainya kebingungan dan meminta untuk dilakukan swab.

Kepala Dinkes Mimika, Reynold R Ubra, Selasa (26/10) mengatakan kondisi hari ini sendiri ada beban untuk pemeriksaan Covid-19, terutama dideteksi karena ada 500 orang yang masuk waiting list untuk swab khusus untuk fasilitas kesehatan milik pemerintah.

Setelah mengikuti swab, juga ada beban selanjutnya yakni menunggu hasil pemeriksaan. Jika indikator nasional pemeriksaan itu dilaporkan selambat-lambatnya 3 kali 24 jam. Berarti dalam 72 jam hasil paling lambat sudah keluar.

Kondisi hari ini sebut Reynold, keterlambatan itu sudah bisa terjadi empat hari jadi 4 kali 24 jam.

“Kami sudah berupaya untuk kurang dari 3 x 24 jam, hanya saja banyak orang yang tidak disiplin kemudian panik meminta diswab,” ujarnya.

Dengan permintaan swab yang banyak inilah kata Reynold, beban semakin meningkat dengan waktu dan tenaga yang harus mereka bekerja untuk pelayanan kesehatan yang lain bertambah dan tentu saja ada konsekwensi biaya.

Untuk itulah kondisi hari ini yang paling efektif dan efesien adalah pencegahan. Masing-masing orang tegas Reynold adalah mematuhi protokol kesehatan. Jika tidak mematuhi protokol kesehatan, maka tentu akan merugikan diri sendiri dan banyak pihak.

Saat ini tambah Reynold, Dinkes sedang mendata berapa banyak  kasus yang klaster dan seporadik artinya orang yang terinfeksi bukan karena transmisi lokal baik di kantor, rumah maupun di tempat umum dan tempat ibadah.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *