oleh

Komisi B Sayangkan Banyak Ikan Dibawa Keluar Mimika

TIMIKA – Anggota Komisi B DPRD Mimika, Mathius Uwe Yanengga mensinyalir hasil tangkapan ikan laut di Kabupaten Mimika, lebih banyak dikirimkan ke luar daerah. Hal ini menurutnya bisa terlihat dari banyaknya adanya kapal-kapal besar yang mengangkut hasil tangkapan nelayan untuk selanjutnya dibawa ke luar kabupaten dari lokasi Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Pomako.

Adanya aktivitas kapal-kapal pengangkut hasil laut ke luar Timika ini, menurutnya juga sangat merugikan daerah. Selain masyarakat di Timika kesulitan untuk mendapatkan hasil laut yang masih segar, juga tidak ada pemasukan bagi daerah ini.

Mathius dalam kunjungan Komisi B di PPI Pomako, Jumat (30/10) kemarin mengatakan, Komisi B juga akan segera melakukan rapat dengar pendapat dengan Dinas Perikanan terkait hal ini.

“Kami bisa melihat dan menemukan hal-hal seperti ini, tentu kami akan duduk bersama Dinas Perikanan, bisa ada kapal ini apa ada surat ijinya, ini membuat daerah rugi, seharusnya dari hasil tangkapan ikan begini ada PAD untuk daerah,” sebutnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Anggota Komisi B lainya, Aloisius Paerong. Menurutnya ada dua hal yang ditemukan di PPI Poumako. Hal tersebut yakni masyarakat sangat sulit untuk mendapatkan ikan segar, padahal laut di Mimika menghasilkan hasil laut yang maksimal. Dengan hasil laut ini sebutnya, jadi pertanyaan mengapa tidak mencukupi kebutuhan masyarakat di Timika.

Setelah penelusuran langsung di PPI Poumako, didapati jika hasil laut ini ternyata dibawa oleh kapal-kapal bermuatan besar untuk dibawa ke luar Timika. Dalam hal ini sebutnya, tentu saja ada oknum yang tidak bertanggung jawab yang menyebabkan penyimpangan yang merugikan daerah ini.

Pihaknya sebut Aloisius, tetap akan memastikan ke OPD teknis mengenai permasalahan ini. Apakah ada fasilitas penunjang agar hasil laut ini dapat disimpan untuk selanjutnya memenuhi kebutuhan masyarakat di Timika. Jika sudah berlebih, maka hasil laut ini baru diperbolehkan untuk dijual ke luar Timika. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *