oleh

Pasar Mapurujaya Diminta Segera Difungsikan

TIMIKA – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bersama Distrik Mapurujaya, diminta untuk dapat memfungsikan Pasar Mapurujaya. Bangunan Pasar Mapurujaya yang tidak difungsikan ini dinilai mubazir, karena hanya dibangun saja dan sampai kini belum ditempati untuk aktivitas jual beli masyarakat.

Harapan itu disampaikan oleh Ketua Komisi B DPRD Mimika, Rizal Pata’dan usai melakukan kunjungan kerja bersama para anggotanya langsung ke lokasi pasar tersebut, Jumat (30/10).

“Pasar Mapurujaya ini mubazir, tidak digunakan. Itu sudah tiga kali dibangun, kenapa dibiarkan begini. Sangat miris,” ujarnya.

Dikatakan Rizal, saat dikonfirmasi langsung kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Pasar Mapurujaya ini belum bisa difungsikan karena kondisi di sekitar pasar masih harus ditata kembali.
Dari keterangan Disperindag disebutkan jika anggaran yang diajukan oleh Disperindag untuk penataan halaman dan keperluan listrik sebut Rizal, itu tidak disetujui.

Setelah melihat langsung kondisi pasar ini, Rizal mengungkapkan jika bangunan pasar ini sudah sangat tidak layak dan perlu direhab kembali. Untuk itulah, menurutnya pada tahun anggaran 2021 ini, Pasar Mapurujaya bisa ditata dengan pengajuan anggaran lagi oleh Disperindag.

Anggaran untuk menata kembali Pasar Mapurujaya ini sebut Rizal, harus diajukan lagi karena keberadaan Pasar Mapurujaya sebagai pasar penopang Pasar Sentral, harus dihidupkan untuk menunjang roda perekonomian masyarakat sekitar.

Dari Pasar Mapurujaya ini, hasil laut masyarakat bisa dikumpulkan di lokasi ini sebelum dibawa ke Pasar Sentral. Selain itu, Pasar Mapurujaya yang direncanakan juga akan didukung dengan terminal, sangat baik untuk masyarakat setempat.

Ditambahkannya, bangunan pasar yang sudah diterlantarkan selama kurang lebih tiga tahun dari pembangunan terakhir ini, membuat Komisi B akan tegas untuk melihat usulan anggaran yang diajukan oleh OPD.

“Kami turun ini karena di depan mata akan ada pembahasan anggaran 2021. Kami tidak mau seperti selama ini, kami seolah setujui ini, padahal tidak jelas. Dan kita harapkan kedepan supaya betul-betul bisa bekerja sama lintas sektor di antara OPD-ODP, jangan sendiri-sendiri,” imbuh Rizal.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *