oleh

Gaji Naik, Petugas Kebersihan Juga Mulai Dilindungi BPJS

TIMIKA – Bertahun-tahun bekerja dengan upah yang tidak layak dan penuh dengan risiko, 169 petugas kebersihan akhirnya mendapat kenaikan gaji dan mulai dilindungi BPJS baik itu kesehatan maupun ketenagakerjaan.

Kartu peserta diserahkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Limi Mokodompit kepada petugas kebersihan, Senin (2/11) kemarin di halaman Kantor Dinas Lingkungan Hidup disaksikan perwakilan BPJS Kesehatan Timika.

Petugas kebersihan selama ini berstatus tenaga harian lepas yang upahnya dibayarkan per hari kerja. Terhitung dengan ditetapkannya APBD Perubahan maka upah petugas kebersihan naik sebesar Rp 50 ribu untuk setiap jenjang. Uang makan juga mengalami kenaikan, bahkan petugas kebersihan kini mendapat tunjangan hari raya Rp 1 juta per orang.

Uang makan yang sebelumnya Rp 35 ribu naik jadi Rp 50 ribu. Upah pengawas yang sebelumnya Rp 120 ribu per hari kini Rp 170 ribu. Driver sebelumnya Rp 100 ribu per hari kini Rp 150 ribu. Untuk petugas biasa dari Rp 95 ribu jadi Rp 145 ribu.

Limi Mokodompit mengatakan, setelah melalui perjuangan, akhirnya usulan itu disetujui oleh Bupati Mimika selaku kepala daerah dan mulai diberlakukan dalam APBD Perubahan. Ini sudah lama dinantikan oleh para petugas kebersihan karena memang memiliki risiko pekerjaan yang cukup besar.

DLH akan terus memperjuangkan nasib petugas kebersihan dengan menata administrasi, memberikan pelatihan agar memiliki kemampuan dan keterampilan. “Sekarang status mereka ini honor sambil kedepan kita ada rencana kalau memungkinkan jadi karyawan badan usaha milik daerah,” ujar Limi.

Iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan dialokasikan secara khusus dalam DPA Dinas Lingkungan Hidup sehingga gaji petugas tidak dipotong lagi seperti peserta lainnya. Untuk BPJS Kesehatan, kepesertaan petugas kebersihan masuk dalam kelas 2. “Mudah-mudahan dengan dua kartu jaminan sosial ini bisa membantu. Yang sakit bisa berobat gratis bahkan bisa dirujuk sampai ke Jakarta,” terangnya.

Perwakilan BPJS Kesehatan mengatakan, untuk kepesertaan masuk dalam kelas 2. Tanggungannya yaitu satu orang istri/suami dan tiga orang anak di bawah usia 21 tahun. Bisa lebih dari 21 tahun dengan catatan masih kuliah dan maksimal 25 tahun. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *