oleh

Kepala Kampung Keakwa Bersama Babinsa Bongkar Tempat Penyulingan Milo

TIMIKA – Danramil 1710/07 Mapurujaya, Kapten Cpl Markus Helaha mengapresiasi langkah Pemerintahan Kampung Keakwa, Distrik Mimika Tengah (Mikteng) untuk memberantas peredaran Minuman Keras Lokal ( Milo) di wilayah itu. Selain mengapresiasi Pemkam Keakwa Danramil juga turut memberikan apresiasi kepada Babinsa koramil  1710/ 07  Mapurujaya yakni, Serda Amandus Mutiyu yang turut mendampingi memberantas tempat penyulingan Milo milo serta mengamankan sejumlah oknum warga yang memproduksi Milo tersebut.

Danramil Markus kepada Radar Timika, Selasa (3/11) kemarin mengatakan, Kepala Kampung Keakwa, Wiro Potereyau, bersama dengan Babinsa Kampung Keakwa, Serda Amandus Mutiyu pada Jumat lalu di Kampung Keakwa berhasil menyita sejumlah Minuman Keras Lokal (Milo) jenis Sagero yang diproduksi oleh sejumlah oknum warga di Kampung tersebut.

Ia menerangkan, minuman Jenis Sagero tersebut diketahui diproduksi oleh sejumlah oknum masyarakat di Keakwa untuk diperjualbelikan. Minuman Lokal tersebut diiris dari Pohon kelapa yang ada di wilayah itu.

Kata dia, Babinsa bersama kepala kampung serta didampingi Bamuskam Kampung Keakwa mendapatkan lima orang warga yang berperan sebagai pengiris atau pembuatan Minuman keras lokal tersebut kelima warga tersebut yakni berinisial PM, AW, PW, WO dan TO.

Lanjutnya, selain menyita sejumlah sagero yang siap diedarkan. Babinsa bersama kepala kampung keakwa beserta Bamuskam juga memmbongkar sejumlah tempat penyulingan Milo tersebut.

Ia menuturkan, usai diamankan kelimanya langsung dibawa ke Balai Kampung Keakwa yang berlokasi di Kampung Keakwa Baru. Disana kelimanya disuruh untuk membuat surat pernyataan untuk tidak lagi memproduksi minuman keras tradisional itu.

“Kami sangat bangga dengan anggota babinsa kami dan pemerintahan kampung keakwa dalam memberantas peredaran atau pembuatan Minuman keras lokal ini,” tegasnya.

Ia menyebutkan, langkah anggota Babinsa mengandeng kepala kampung tentu sangat tepat untuk memberantas peredaran Minuman keras Lokal ini. Karena diketahui akibat dari peredaran Minuman ini tentu sangat berbahaya bagi kesehatan orang yang mengkonsumsinya serta berdampak pada generasi muda di wilayah itu.

“Anggota babinsa kami (Serda Amandus Mutiyu) adalah putra asli Keakwa, langkah yang dia ambil tentu sudah sangat pas, menyelamatkan masyarakat dan generasi penerus di wilayah itu,” ungkapnya.

Ia menambhkan, terkait dengan pemberantasan Minuman Keras Lokal ( Milo ) memang sudah menjadi komitmen bersama pihaknya bersama kapolsek Mimika Timur yang juga sama-sama berada di wilayah teritorial Koramil Mapurujaya.

“Jadi Keakwa ini secara teritorial itu wilayah koramil 1710/07 Mapurujaya, sementara wilayah hukumnya masuk dalam Polsek Mimika Timur. Kami dengan Pak Kapolsek memang sudah berkomitmen untuk terus memberantas peredaran Milo ini, tidak hanya di kekawa tetapi disejumlah tempat lainnya,” tukasnya. (itz)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *