oleh

Legislatif Nilai Banyak Bangunan Pasar Mubazir

TIMIKA – Kalangan Legislatif menilai banyak bangunan pasar yang mubazir di Kabupaten Mimika. Setelah dibangun dengan anggaran yang tidak sedikit, bangunan-bangunan pasar ini malah tidak difungsikan. Hal ini tentu berdampak pada pemborosan anggaran.

Hal itu diungkapkan Anggota Komisi B DPRD, Mathius Uwe Yanengga, Kamis (5/11). Menurutnya, dalam perencanaan pembangunan fasilitas umum, salah satunya pasar, pemerintah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan, sebaiknya harus melihat skala prioritas sesuai kebutuhan masyarakat.

Politisi PKB ini berharap, pemerintah tidak asal-asalan membangun pasar namun tidak disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Yanengga mencontohkan Pasar di Kwamki Narama, Pasar SP 2, Pasar SP 3 dan Pasar Mapurujaya yang sudah dibangun dengan dana miliaran rupiah, namun kini tidak difungsikan. Menurutnya, pembangunan pasar ini tidak disesuaikan dengan keinginan masyarakat setempat.

“Perencanaan dari awal ini harus baik maka pasar itu nantinya hidup, ada aktivitas jual beli di sana. Masyarakat punya hasil bumi ini apa, maka ini yang harus dilihat, yang ada di sini, pemerintah tidak punya perencanaan baik,” jelasnya.

Lanjut Yanengga, pemerintah seperti membangun pasar namun tidak disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat. Pasar-pasar yang sudah dibangun ini sebutnya mubazir, karena tidak dibutuhkan oleh masyarakat setempat.

Sebagai pasar penyangga dari Pasar Sentral, pembangunan pasar ini tambah Yanengga harus dilihat dengan bijak. Ia berharap, pemerintah tidak hanya mengedepankan peruntukan anggaran untuk proyek semata saja.

“Banyak pasar yang mubazir, jadi pemerintah jangan asal membangun saja, buang-buang anggaran,” imbuhnya. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *