oleh

Kalah di Pengadilan, Kantor Kelurahan Otomona Dipindahkan ke Ruko

TIMIKA – Usai Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika dinyatakan kalah banding atas kepemilikan lahan kantor Kelurahan Otomona Distrik Mimika Baru, kini Pengadilan Negeri Timika sudah menyita lahan dan bangunan kantor kelurahan tersebut.

Akibat dari kondisi tersebut, kini aktifitas serta pelayanan kantor Kelurahan Otomona terpaksa dilakukan di sebuah Ruko yang berada di bilangan Jalan Kartini.

Kepala Kelurahan Otomona, Refhael H Tomasoa kepada Radar Timika di kantornya, Senin (9/11), mengatakan pihaknya sudah direlokasi sejak dua bulan yang lalu setelah ada putusan dari pengadilan bahwa Pemda kalah atas perkara tanah tersebut.

“Sekarang kami sudah sewa gedung untuk kantor kelurahan, karena gedung yang lama sudah dikosongkan setelah ada surat dari PN Timika,” ungkapnya.

Ia menuturkan, relokasi tersebut dikarenakan Kantor Kelurahan Otomona sebelumnya berdiri di lahan yang bermasalah. Dimana lahan tersebut dimiliki oleh seseorang yang berasal dari Cirebon.

“Namanya Ang Emi. Ia memenangi perkara tersebut. Memang sempat dilakukan banding, namun yang bersangkutan juga tetap menang, dengan dasar karena memiliki sertifikat yang dikeluarkan oleh Pemda Fakfak pada tahun 1994 silam,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, persoalan tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2013 lalu, yakni pembelian lahan yang dinilai salah sasaran. Dimana Pemda membeli lahan tersebut kepada orang yang bukan pemilik sebenarnya.

Ia mengakui, pemindahan tersebut baru berjalan beberapa bulan terakhir, setelah dirinya kurang lebih satu bulan menjabat sebagai Kepala Kelurahan Otomona.

“Kurang lebih setelah satu minggu saya dilantik sebagai Kepala Kelurahan Otomona, muncul surat panggilan pertama dari pengadilan untuk pembacaan surat putusan inkrah di hadapan Ketua Pengadilan Negeri Timika. Dari situ baru saya tahu kalau Kantor Kelurahan Otomona ini statusnya (Pemda, red) kalah,” terangnya.

Ia menyebutkan, bangunan yang berdiri di atas lahan milik Ang Emi ini bukan hanya kantor kelurahan saja, tetapi ada juga sejumlah rumah warga yang berada di samping kiri kanan kantor dan mereka juga saat ini sudah mengosongkan area atau lahan tersebut.

Ia mengakui, terkait dengan pemindahan kantor tersebut ke sebuah ruko pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kadistrik Miru dan Sekda Mimika hingga sampai kepada pimpinan tertinggi.

“Karena kondisinya sudah seperti itu, maka kami mencari alternatif lain, yakni dengan menyewa sebuah Ruko. Hal itu agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” sebutnya.

Ia menambahkan, di Ruko tersebut sifatnya cuma sementara saja, karena saat ini Pemda Mimika juga telah menyediakan lahan untuk pembangunan kantor kelurahan yang baru.

“Kami sudah dapat lahan untuk pembangunan gedung baru. Sertifikatnya memang sudah lengkap. Rencananya tahun depan akan mulai dibangun,” tukasnya.(itz)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *