oleh

Fenomena La Nina, Waspadai Luapan Air dan Angin Besar

TIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika, Kamis (12/11) kemarin melaksanakan apel gelar pasukan kesiapsiagaan terpadu menghadapi bencana alam di Wilayah Kabupaten Mimika, yang dilaksanakan di lapangan eks Pasar Swadaya di Jalan Yos Sudarso, dan dipimpin oleh Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob.

Turut hadir dalam apel gelar pasukan itu, Danlanal Timika, Letkol (P) Laut Deni Indra, Wakapolres Mimika, Kompol I Nyoman Punia, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, Monce Brury, Kepala BPBD Kabupaten Mimika, Yosias Lossu, dan perwakilan instansi terkait.

Wabup dalam amanatnya mengatakan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, disebutkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki letak geografis, geologis, hidrologis, dan demografis yang memungkinkan terjadinya bencana baik yang disebabkan oleh faktor alam maupun faktor non alam.

Wabup menjelaskan, bahwa BMKG Kabupaten Mimika, menyatakan curah hujan tinggi terjadi di Kabupaten Mimika disebabkan oleh efek fenomena La Nina, yang terjadi di Samudera Pasifik di sebelah barat.

“Curah hujan tertinggi di Mimika terjadi pada Bulan Juni, Juli hingga Agustus. Tetapi efek dari fenomena La Nina, curah hujan masih cukup tinggi terjadi saat ini. Diperkirakan fenomena La Nina, akan terus meningkat hingga akhir Tahun 2020. Sehingga diharapkan masyarakat waspada, terhadap timbulnya bahaya bencana yang diakibatkan oleh luapan air dan angin besar,”jelas Wabup dalam amanatnya.

Rettob mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Mimika, agar dalam menghadapi cuaca yang ekstrem akibat fenomena La Nina, supaya menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya.

Lalu membersihkan parit sungai dari sampah, mempersiapkan penghambat air (kantong pasir), pengelolaan tata air terintegrasi dari hulu ke hilir. Kemudian masyarakat yang tinggal di bantaran sungai agar tetap waspada dan tidak membuang sampah ke sungai. Sedangkan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area, yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar selalu tetap waspada.

Berikutnya meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan, lalu membentuk tim relawan penanggulangan bencana pada RT dan RW secara mandiri, dan memantau terus informasi musim hujan terkini dari info BMKG.

Apel gelar pasukan kesiapsiagaan terpadu menghadapi bencana alam di Wilayah Kabupaten Mimika itu, ditandai dengan pemeriksaan pasukan oleh Wakil Bupati bersama tamu undangan yang hadir. (tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *