oleh

Marak Lagi Kasus Penipuan Bermodus Belanja Online Kerugian Rata-Rata Rp 10 Jutaan

TIMIKA – Terhitung  sejak Bulan Oktober hingga pertengahan bulan November Tahun 2020 ini, Polres Mimika sudah menerima kurang lebih 10 laporan pengaduan dari masyarakat, terkait kasus penipuan yang bermodus belanja online.

Hal ini disampaikan Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto, SH SIK kepada Radar Timika, Jumat (13/11) kemarin.

Kata Kasat Reskrim, bahwa laporan pengaduan yang mereka terima terkait kasus penipuan bermodus belanja online, rata-rata kasus penipuan beli handpone secara online.

“Kurang lebih ada sekitar 10 laporan pengaduan. Dan pengaduan penipuan belanja online yang kita terima itu rata-rata kerugiannya di atas Rp 10 juta, untuk pembelian barang dan kebanyakan handphone. Jadi beli online handphone dari Batam, contohnya ada yang tawari dengan harga yang murah. Ya siapapun juga pasti mau tapi kan setidaknya harus dicek dulu kebenarannya. Sehingga tidak dengan mudah percaya begitu saja untuk transfer dana,”jelas AKP Hermanto.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa laporan pengaduan kasus penipuan bermodus belanja online, yang kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian itu, rata-rata korban mengaku sudah mentransfer sejumlah dana untuk pembelian barang. Akan tetapi hingga kini barang yang dipesan itu tidak kunjung tiba.

“Rata-rata korbannya sudah transfer uang, tapi barang pesanannya tidak pernah tiba. Ini kan modus-modus penipuan yang dilakukan pelaku kejahatan untuk mencari keuntungan, dengan cara menawari barang ke medsos. Dan begitu korbannya transfer dana ke rekening yang disampaikan maka pelaku langsung menghilangkan jejak,”urai Kasat Reskrim.

Sebab itu Kasat Reskrim dalam kesempatan itu mengimbau agar, masyarakat jangan dengan mudah untuk percaya, apabila ada yang menawarkan seuatu barang untuk di jual melalui media sosial.

“Kalau bisa masyarakat jangan cepat percaya, tapi harus diklarifikasi dulu. Bila perlu kalau tidak mengerti, datang ke kantor polisi lalu bertanya saja malah itu lebih bagus lagi. Jangan nanti sudah terlanjut transfer, lalu mau datang melapor,”paparnya. (tns)

 

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *