oleh

Robby: Kembalikan Warga Tembagapura Butuh Proses

TIMIKA – Untuk mengembalikan masyarakat Tembagapura khususnya dari tiga kampung, Waa, Banti dan Aroanop yang kini masih ada di seputaran kota Timika dipastikan menjadi perhatian pemerintah dan DPRD. Namun, untuk mengembalikan mereka, Ketua DPRD Mimika, Robby K Omaleng menilai tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Robby Omaleng kepada wartawan, Jumat (13/11) mengatakan, baik DPRD, Pemerintah maupun Freeport paham akan kondisi masyarakat dari tiga kampung ini yang sangat ingin kembali ke kampung  halaman mereka. Masyarakat tiga kampung yang kini masih ada di Timika akibat adanya ancaman teror KKB ini tetap akan kembali ke kampung mereka. Namun, menurut Robby, untuk mengembalikan mereka, kini bukan lagi ditanya siapa yang paling berperan untuk hal ini.

Baik pemerintah, DPRD ataupun PT Freeport sebutnya yang akan bertanggung jawab untuk memulangkan mereka. Tetapi, sebutnya apakah masyarakat sudah dapat dikembalikan ke kampung mereka dengan kondisi tempat tinggal yang sudah layak atau belum.

“Kalau persoalan naik atau tidak, itu bukan persoalan yang besar, namun ketika mereka naik apakah fasilitas, tempat tinggal itu layak atau tidak, hal-hal ini yang perlu duduk bersama antara pemerintah, manajemen dan pihak keamanan,” jelasnya.

Politisi Partai Golkar ini mengungkapkan jika, dari berbagai sisi khususnya sisi keamanan harus dipastikan terlebih dahulu apakah tempat tinggal masyarakat sudah aman da kondusif. Selain itu, manajemen PT Freeport juga harus memastikan program-programnya untuk masyarakat dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) dijalankan lagi atau tidak.

Selain itu, tanggung jawab yang harus dilaksanakan oleh pemerintah dari sisi tempat tinggal masyarakat dan fasilitas di sana, khususnya untuk kebutuhan makan dan minum apakah sudah bisa dijamin atau belum.

Beberapa hal pokok inilah sebut Robby yang menjadi pertimbangan mengapa sampai saat ini masyarakat belum dapat dikembalikan ke kampungnya.

Guna menyelesaikan masalah ini, setelah beberapa dewan melakukan kunjunganya dalam agenda reses ke Distrik Tembagapura, barulah akan digelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak-pihak terkait. Dari RDP inilah tambah Robby diharapkan akan timbul satu kesepakatan untuk kepentingan masyarakat.

“Kita butuh waktu, proses dan persiapan untuk memulangkan masyarakat, setelah reses kita akan undang pihak terkait untuk RDP, dari sini kita harap ada kesepakatan untuk masyarakat bisa pulang ke kampungnya,” imbuh Robby. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *