oleh

Eskalasi Politik di Boven Digoel Dinilai Naik Dalam Sepekan Terakhir

TIMIKA – Situasi KAMTIBMAS di setidaknya 11 kabupaten di Papua yang pada Tahun 2020 ini melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) umumnya dipastikan kondusif. Hanya saja, untuk Kabupaten Boven Digoel, setidaknya dalam satu pekan terakhir, eskalasi politik dinilai naik.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal yang ditemui Sabtu (14/11) malam menyampaikan, eskalasi politik yang naik di Kabupaten Boven Digoel disebabkan adanya penonaktifan anggota KPU Boven Digoel.

“Ketiga Komisioner KPU Boven Digoel telah dinonaktifkan dalam proses penetapan salah satu calon.  Sehingga satu minggu ini, eskalasi politik di sana naik,” ujarnya.

Sebelumnya, KPU RI disebutkan Kombes Ahmad Musthofa Kamal telah melayangkan surat, yang isinya akan mengambil alih sementara proses pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Boven Digoel. Selain itu, KPU RI juga akan melakukan pengkajian ulang mengenai penetapan calon nomor urut 4 yakni pasangan Yusak Yaluwo-Yakobus Jekson Weremba dalam Pilkada di Kabupaten Boven Digoel.

“Sekarang tindak lanjut pengkajian mengenai paslon yang dimaksud itu yang masih bergulir. Sampai saat ini kami dari Polda Papua selalu melakukan komunikasi dengan seluruh komponen masyarakat. Situasi memang kondusif, tapi seandainya ada perubahan kebijakan politik, tentu itu akan berpengaruh. Kita hanya berharap yang berjalan ini sekarang bisa tertata dengan baik,” ungkapnya.

Ia mengatakan, sebelumnya, pihaknya menilai Pildaka di Kabupaten Boven Digoel tidak akan memunculkan kerawanan. Namun pihaknya sadar bahwa setiap saat, eskalasi politik dapat berubah.

“Tadinya kita juga menilai kalau di Yahukimo juga aman, ternyata dalam dua bulan terakhir, eskalasinya juga berubah. Apalagi sejak ada pembunuhan terhadap staf KPU dan beberapa hari kemudian, terjadi pembunuhan terhadap tukang bangunan dan kasus-kasus lainnya yang dalam kurun waktu dua minggu. Meskipun beberapa tersangka sudah diproses, kami juga masih mencari pelaku utama,” terangnya.

Di sisi lain ia menyatakan pihaknya menilai, 10 kabupaten lainnya yang juga melaksanakan Pilkada punya potensi kerawanan. Hal itu disebabkan adanya ciri-ciri tertentu di setiap daerah.

“Seperti Nabire, Yalimo dan Asmat. Itu berbeda-beda. Yang pasti KKB menjadi perhatian kami sampai sekarang,” sebut Kombes Ahmad Musthofa Kamal.

Ia menilai, ada satu hambatan lain yang bisa saja terjadi dalam Pilkada di Papua tahun ini yaitu soal cuaca.

“Situasi alam ini tidak bisa diprediksi. Karena bisa berubah. Sehingga penyelenggara pemilihan dan kita semua harus bisa menghitung, kapan logistik suara sampai di tempat pemungutan suara. Itu selalu dibicarakan,” ungkapnya.

Mengenai kesiapan personel untuk mengamankan jalannya Pilkada di 11 Kabupaten di Papua ia menyampaikan, hal itu sudah siap. Bahkan, katanya, pihaknya telah mengajukan BKO dari TNI dan BKO Brimob Nusantara. Jumlah keterlibatan aparat TNI-Polri secara keseluruhan disebutnya mencapai 8.000 personel.

“BKO yang Brimob Nusantara sendiri hanya mencapai 300 personel,” katanya. (dcx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *