oleh

Polda Benarkan Keluarga Alm Pendeta Yeremia Tolak Autopsi

TIMIKA – Kepolisian Daerah Papua menyebut telah melakukan berbagai upaya termasuk menjelaskan tujuan dari otopsi jenazah almarhum Pendeta Yeremia yang tewas di sekitar kandang babi miliknya di Kampung Bomba, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya pada 19 September 2020. Namun, salah satu keluarga korban di Nabire yang juga mendiskusikan hal tersebut, menolak usul untuk dilakukannya autopsi.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal, Sabtu (14/11) malam menyampaikan, pihaknya masih melakukan upaya untuk menjelaskan pada keluarga almarhum Pdt Yeremia tentang tujuan autopsi, yakni mencari tahu sebab musabab almarhum Pdt Yeremia meninggal.

“Karena berdasarkan data yang kami dapat, bahwa ada luka di tangan korban, dan ada luka di bagian belakang leher. Itu yang perlu kita dalami,” ujarnya.

Mengenai keluarga korban yang menolak peradilan militer dalam kasus tersebut, kata Kombes Ahmad Musthofa Kamal, adalah hak perorangan. “Ya silahkan saja, ini kan negara hukum,” katanya.

Namun, ia menjelaskan bahwa jika dalam kasus tersebut pelakunya adalah masyarakat maupun anggota Polri, biasanya kasus tersebut akan diadili di peradilan umum. Tetapi jika pelaku pembunuhan terhadap almarhum Pdt Yeremia adalah anggota TNI, maka akan disesuaikan dengan hukum militer.

“Kalau pelakunya kelompok kriminal bersenjata ya kita larikan ke peradilan sipil. Jadi, jangan terlalu ditafsirkan bermacam-macam. Kita ikuti saja prosedur hukum dan kita masih berupaya menguak bagaimana peristiwa-peristiwa kekerasan yang ada,” jelas Kombes Ahmad Musthofa Kamal.

Mengenai peristiwa-peristiwa kekerasan yang ada, ia menyebut juga tentang kekerasan terhadap masyarakat, dan termasuk kekerasan yang menimpa anggota TNI yang bertugas di Papua khususnya di Intan Jaya. (dcx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *