oleh

Ditipu Penelpon yang Mengaku Aparat, Seorang Ibu Merugi Rp 3 Juta

TIMIKA – Seorang ibu bernama Ona, melaporkan kasus penipuan yang dialaminya via telepon oleh seseorang yang mengaku sebagai anggota polisi. Ona, yang melaporkan hal tersebut ke Polsek Miru menyatakan, ia merugi hingga Rp 3 juta.

Dalam pengakuannya di depan personel polisi, Ona menceritakan, kasus ini bermula dari adanya kasus dugaan perselingkuhan yang dialaminya. Di mana sehari sebelumnya kasus tersebut hendak ditangani Polsek Miru. Sedangkan Selasa (17/11) ini, kasusnya hendak dimediasi, namun ia keburu tertipu oleh seseorang yang mengaku sebagai anggota polisi.

Ia menyatakan, dirinya mendapat nomor telpon orang yang mengaku sebagai polisi tersebut dari atasannya berinisial Y. Di mana Y menyampaikan, bahwa ada anggota polisi yang menelpon dirinya dan hendak membantu menyelesaikan kasus yang dialami Ona, dengan meminta bayaran sejumlah uang dalam bentuk pulsa.

Ona awalnya ingin mengantarkan langsung uang yang diminta penelpon yang mengaku polisi tersebut. Namun, yang menelponnya mengatakan tidak perlu, karena pihaknya yang akan menjemput Ona secara langsung. Setelah ditunggu, orang yang menelpon Ona mengaku tidak bisa menjemput Ona dikarenakan sedang ada kegiatan dengan polisi lainnya.

“Baru dia kasih bunyi-bunyi alarm (sirine),” katanya.

Ia mengaku, kerugian yang dialaminya sendiri mencapai Rp 2 juta. Hal itu belum termasuk uang yang diberikan Y, yang juga sebagai atasan kerjanya senilai Rp 1 juta.

KASPK II Polsek Mimika Baru, Aipda Fuad menambahkan, sebelumnya Ona hendak menyelesaikan kasus perselingkuhan yang menimpanya.

“Tapi masalah itu sempat dipending (ditunda) dan rencananya akan diselesaikan hari ini. Hanya saja, saat hendak ke sini, dia ditelpon penipu yang mengaku polisi dengan meminta pulsa dengan alasan membantu menyelesaikan kasus Ona,” jelasnya.

“Dengan alasan begitu pula, penipu tersebut mengatakan meminta pulsa dari korban untuk diserahkan ke Kapolsek. Supaya mempermudah masalah yang dihadapi korban dan korban langsung percaya,” sambung Aipda Fuad.

Ia menyayangkan korban tidak mengonfirmasi hal tersebut terlebih dahulu ke Polsek Miru. Padahal menurutnya, korban bisa saja langsung datang tanpa harus percaya pada penelpon tersebut.

“Apalagi nomor itu tidak jelas. Nomor itu kami perkirakan lokasinya ada di Kalimantan, namun berkode Sulawesi,” ungkapnya.

Atas kejadian ini, Ona kemudian diminta untuk membuat laporan di Polres Mimika. “Harapannya biar korban mendapat keadilan,” tutup Aipda Fuad. (dcx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *